GTPP Tabanan saat melakukan simulasi terkait dengan kesiapan DTW menyambut tatanan era baru, Minggu (12/7). (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Meski belum ada instruksi membuka kembali obyek wisata oleh Pemerintah Propinsi Bali, namun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabanan terus melakukan pengecekan persiapan protokol kesehatan di sejumlah obyek wisata, untuk nantinya bisa terealisasi saat dimulainya new normal ala Tabanan yakni menuju Tabanan Aman dan Produktif.

Salah satunya dengan melakukan simulasi kunjungan ke salah satu DTW yakni Tanah Lot, desa Beraban, kecamatan Kediri, Minggu (12/7). Simulasi ini untuk memastikan persiapan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah timbulnya penyebaran virus Covid -19 dari klaster pariwisata.

Simulasi oleh GTPP Tabanan menggandeng jajaran Polri dan TNI serta sejumlah instansi terkait lainnya di mulai sekitar pukul 10.00 wita. Hasilnya, DTW Tanah Lot sudah dipastikan siap menyambut tatanan era baru atau Tabanan Aman dan Produktif. Ketua Harian GTPP Tabanan yang juga selaku Sekda Tabanan I Gede Susila menjelaskan, simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan DTW di Tabanan. Khusus di Tanah Lot dari simulasi yang dilakukan menunjukkan salah satu obyek wisata yang dikenal dengan Pura dan pantainya ini sudah siap. “Mulai dari wisatawan datang sampai masuk ke kawasan Tanah Lot protokol kesehatan sudah siap,” jelasnya.

Baca juga:  Tingkatkan Kunjungan, Alas Kedaton Tambah Wahana Permainan Ini

Menurutnya simulasi ini penting dilakukan sebagai langkah wajib mencegah penyebaran virus Covid-19. Tak hanya di DTW Tanah Lot, pengecekan sebelumnya juga sudah dilakukan di DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. “Ini juga sesuai arahan ibu Bupati Tabanan selaku ketua gugus, agar Tabanan dalam menyambut Bali Era Baru sudah benar-benar siap,” katanya.

Dalam upaya pendisiplinan masyarakat khususnya menyambut Tabanan Aman dan Produktif, pihaknya menambahakan telah menggandeng jajaran Polri dan TNI untuk pengawasannya. Dimana mereka nantinya akan menyediakan relawan di tiap kawasan obyek wisata. Relawan inilah yang nantinya membantu dengan sigap jika terjadi emergency dikawasan obyek wisata. “Sifatnya mereka ini (relawan) stan by karena tidak sembarang orang bisa mengevakuasi jika kemungkinan ada emergency. Jangan sampai ketika terjadi hal yang sifatnya darurat penanganannya lama,” tegasnya.

Baca juga:  Alih Fungsi Lahan Rambah DTW Jatiluwih

Terkait dengan kapan dibukanya kembali kawasan wisata di Tabanan, Sekda Susila mengatakan masih menunggu intruksi dari Pemerintah Provinsi Bali, karena rencananya akan dibuka secara serempak. Dan tentunya masih melihat perkembangan angka kasus Covid19 di daerah. Oleh karena itu di Tabanan seluruh obyek wisata masih belum buka termasuk wisata ke pantai. “Kami masih menunggu instruksi dari Propinsi, sembari menunggu segala persiapan sambut Tabanan Aman dan Produktif terus dilakukan,”terangnya. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.