Sejumlah wisatawan domestik terlihat sedang berlibur menikmati indahnya DTW Tanah Lot, Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili belum mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan. Di tengah momentum hari besar tersebut, angka kunjungan justru cenderung melandai dibandingkan tahun sebelumnya.

Di DTW Tanah Lot, desa Beraban, Kediri misalnya, pada Selasa (17/2), jumlah wisatawan tercatat 3.142 orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan kunjungan pada Minggu (15/2) sebanyak 3.364 orang dan Senin (16/2) sebanyak 3.338 orang.

Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, mengakui adanya penurunan dibandingkan Imlek tahun lalu. Pada Imlek 2025, kunjungan dalam sehari mampu menembus kisaran 5.000 wisatawan.

Baca juga:  Hadiri KTT D8, Prabowo Sebut 11 Tahun Tak Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Mesir

“Untuk libur Imlek tahun ini memang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025. Tahun lalu angkanya ada di kisaran 5.000-an pengunjung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/2).

Dikatakan ada selisih hampir 2.000 kunjungan dalam sehari yang tentu menjadi catatan jika pada momentum libur panjang tidak otomatis berdampak pada lonjakan wisatawan.

Sejumlah faktor dinilai memengaruhi kondisi tersebut. Selain kebijakan efisiensi di sejumlah daerah, faktor cuaca yang tidak menentu serta masuknya periode bulan puasa turut memengaruhi pergerakan kunjungan wisatawan Tabanan. Ditambah lagi memang saat ini pariwisata Bali berada pada fase low season.

Baca juga:  Dua Tahun Lagi, Wamentan Harap Penanganan Kasus Rabies di Bali Tuntas

Data kunjungan 1 hingga 17 Februari 2026 menunjukkan rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 2.000–3.000 orang. Kunjungan terendah tercatat pada 6 Februari sebanyak 1.936 wisatawan, sedangkan tertinggi terjadi pada 7 Februari mencapai 3.663 orang.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di DTW Ulun Danu Beratan. Pada libur Imlek, kunjungan relatif normal seperti hari biasa. Berdasarkan data manajemen, tercatat 473 wisatawan dewasa lokal dan 31 anak lokal. Untuk wisatawan asing, tercatat 715 dewasa dan 33 anak.

Menurut staf humas DTW Ulundanu Beratan, Agus untuk kunjungan wisatawan mancanegara pada periode kali ini didominasi turis asal Cina. Sebaliknya, wisatawan asal India yang sebelumnya mendominasi kunjungan mulai menunjukkan tren penurunan. “Sekarang Cina mendominasi, India sudah mulai turun,”ucapnya.

Baca juga:  Polres Tabanan Raih Penghargaan dari Ombudsman

Meski tidak terjadi lonjakan signifikan, ia mengatakan pengelola destinasi tetap optimistis. Evaluasi dan penguatan promosi, termasuk melalui platform digital serta pengembangan atraksi, juga akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas kunjungan.

Sebagai ikon pariwisata Tabanan, tentunya baik DTW Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan akan tetap memiliki daya tarik kuat. Selain juga sinergi baik pengelola, pemerintah daerah, dan pelaku pariwisata diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN