
MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran dan kondisi darurat lainnya. Langkah ini menjadi krusial mengingat Badung merupakan daerah dengan aktivitas masyarakat dan pariwisata yang sangat tinggi, sehingga membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Dari sisi sarana dan prasarana, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung telah memiliki 11 pos pemadam kebakaran yang tersebar merata dari wilayah utara hingga selatan Badung. Keberadaan pos-pos ini dirancang untuk memastikan jangkauan layanan pemadaman dan penyelamatan dapat dilakukan secara optimal di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya mengatakan, tersedia unit kendaraan operasional pemadam dan rescue yang siap merespon kejadian kebakaran dan penyelamatan di wilayah Kabupaten Badung.
“Armada tersebut disiagakan untuk mendukung respons cepat terhadap laporan masyarakat, baik di kawasan permukiman maupun destinasi wisata,” ungkap Wayan Wirya pada Senin (26/1).
Selain dukungan armada, kesiapsiagaan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Personel pemadam kebakaran secara rutin dilibatkan dalam apel gelar pasukan, peningkatan kesiapsiagaan, serta pemeriksaan kelayakan peralatan, terutama menjelang kegiatan besar dan periode dengan tingkat risiko tinggi.
Upaya peningkatan kapasitas juga dilakukan melalui pelatihan formal. Pada tahun 2023, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung menggelar Diklat Pemadam I bagi 80 personel. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada tahun 2024 dengan melibatkan 169 personel.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme, pengetahuan teknis, serta kemampuan personel dalam menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan,” katanya.
Dari sisi perencanaan, Badung telah memiliki dokumen Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) 2024–2034. Dokumen ini menjadi pedoman strategis jangka panjang yang mencakup pencegahan, mitigasi, proteksi, hingga penyelamatan. RISPK juga menjadi dasar dalam perencanaan kelembagaan, pengembangan SDM, serta penataan sebaran pos dan armada pemadam.
Dalam penanganan bencana secara komprehensif, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung aktif berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Badung dan instansi terkait lainnya. Koordinasi ini diwujudkan melalui simulasi bencana, pembinaan, serta latihan kesiapsiagaan bersama guna memadukan peran lintas sektor.
Secara keseluruhan, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung menunjukkan kesiapan yang baik melalui ketersediaan pos dan armada, peningkatan kualitas SDM, perencanaan strategis jangka panjang, serta koordinasi lintas instansi.
“Ke depan, dukungan berkelanjutan dari OPD terkait, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat tetap dibutuhkan untuk memperkuat mitigasi risiko dan respons cepat, khususnya di wilayah Badung yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” sebutnya.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2025, petugas Damkar Badung menangani 285 kejadian kebakaran dan 747 kasus penyelamatan di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Sementara itu, pada awal 2026, tercatat 22 kasus kebakaran dan 27 kasus penyelamatan.
Berdasarkan data Damkar Badung, wilayah Kuta Selatan menjadi daerah dengan kasus kebakaran tertinggi, yakni 85 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Kuta Utara dengan 61 kasus, Kuta 55 kasus, Mengwi 47 kasus, Abiansemal 27 kasus, dan Petang 10 kasus. Adapun penyebab kebakaran paling dominan berasal dari arus pendek listrik sebanyak 100 kasus.
Selain itu, kebakaran juga dipicu oleh aktivitas bakar sampah sebanyak 39 kasus, tabung gas 32 kasus, dupa 5 kasus, petir 2 kasus, puntung rokok 1 kasus, serta penyebab lain-lain yang mencapai 106 kasus. Tak hanya kebakaran, Damkar Badung juga aktif menangani ratusan kasus penyelamatan. Dari total 747 kasus, penanganan ular mendominasi dengan 481 kejadian, disusul penanganan sarang tawon 155 kasus dan biawak 47 kasus.
Selain itu, petugas juga menangani 29 kasus korban jiwa manusia, 43 kasus cincin tersangkut di jari, satu kasus pohon tumbang, tujuh kasus penanganan anjing, dua kasus luwak dan musang, serta dua kasus hewan lainnya. (Parwata/balipost)










