
DENPASAR, BALIPOST.com – Bencana alam hampir terjadi di seluruh Kota Denpasar, Selasa (24/2). Pohon matoa dengan tinggi 10 meter dan diameter sekitar 30 centimeter di depan Setra Desa Adat Kesiman, Jalan Waribang, Kesiman Petilan, Denpasar Timur (Dentim), tumbang. Akibat kejadian itu arus lalu lintas sempat tersendat.
Kapolsek Dentim, Kompol Ketut Tomiyasa menyampaikan sekitar pukul 09.00 WITA personelnya menerima laporan masyarakat terkait sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di beberapa titik. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Dentim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna percepatan penanganan.
“Pohon tumbang di depan Setra Desa Adat Kesiman sempat tutup setengah badan jalan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya menerima laporan senderan pondasi pagar rumah jebol di Jalan Siulan Gang Lely, Desa Penatih Dangin Puri. Dampaknya terjadi genangan air setinggi kurang lebih 10 centimeter di sekitar gang tersebut.
Di lokasi lain, banjir juga terjadi di Jalan Kecubung Gang Sedap Malam, Desa Sumerta Kaja, yang mengakibatkan beberapa rumah warga terendam air setinggi kurang lebih 50 centimeter.
Terkait penanganannya, pohon tumbang telah dibersihkan oleh petugas BPBD dan Damkar Kota Denpasar. Sementara itu, tim gabungan dari BPBD Kecamatan Denpasar Timur, Tagana Desa, serta personel Polsek Dentim turut melakukan pengamanan dan membantu penanganan di lokasi terdampak.
Pihaknya akan terus meningkatkan monitoring wilayah serta bersinergi dengan instansi terkait guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Di tempat terpisah, banjir juga terjadi di Jalan Bumi Ayu, Lingkungan Batu Jimbar, Denpasar Selatan. Setelah menerima laporan kejadian itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanur, Aiptu I Nyoman Suwasama langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terpantau genangan air sepanjang Jalan Bumi Ayu dengan ketinggian mencapai sebetis kaki orang dewasa.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya mengatakan Bhabinkamtibmas bersinergi bersama personel Sabhara Polda (Tim Rescue) sebanyak delapan orang serta Tim BPBD Kota Denpasar enam orang untuk melakukan pemantauan sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti kemacetan arus lalu lintas maupun gangguan aktivitas warga sekitar.
“Kehadiran aparat di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Hingga saat pemantauan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)









