
SINGASANA, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan tengah memproses puluhan laporan dampak bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Total terdapat 66 laporan yang kini masih bergulir pada tahap administrasi dan menunggu persetujuan Bupati Tabanan, dengan nilai usulan bantuan mencapai Rp1.475.000.000.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tabanan, Dewa Anta menjelaskan, dari jumlah tersebut, sebanyak 25 laporan merupakan kejadian tahun 2025, khususnya di bulan November dan Desember, dengan nilai usulan bantuan Rp525.000.000. Sementara itu, untuk tahun 2026 terdapat 41 laporan dengan total usulan mencapai Rp950.000.000.
Menurutnya, seluruh pengajuan kini masih berproses di tahapan administrasi. Setelah dinyatakan lengkap, usulan akan diteruskan guna mendapatkan persetujuan pimpinan daerah.
“Semua masih dalam proses. Saat ini posisi usulan berada di tahap pengajuan untuk mendapatkan persetujuan bupati,” jelas Dewa Anta, Rabu (11/4).
Ia menambahkan, verifikasi terhadap laporan warga telah dilakukan sebelumnya, mulai dari pengecekan lapangan hingga penghitungan estimasi kerugian. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan yang nantinya diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang dinilai berpeluang memicu pohon tumbang, tanah longsor, maupun banjir di sejumlah titik rawan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera laporkan jika terjadi hal-hal yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.
BPBD, lanjutnya, juga menyiagakan personel untuk merespons cepat laporan masyarakat apabila terjadi bencana. Diharapkan dengan kesiapsiagaan bersama, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan sembari proses bantuan bagi korban sebelumnya terus berjalan. (Puspawati/balipost)










