
AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan disertai angin kencang yang melanda Karangasem di awal tahun 2026 menyebabkan terjadinya puluhan bencana di hampir seluruh wilayah Kabupaten Karangasem. Akibat bencana tersebut, dampak kerugian materiil yang ditimbulkan mencapai Rp2 miliar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Selasa (26/1) mengungkapkan, sejak tanggal 1-25 Januari 2026, tercatat ada 58 bencana di Karangasem. Bencana didominasi oleh pohon tumbang yang mencapai 28 kejadian. Kemudian tanah longsor 16 kejadian, sedangkan sisanya merata hanya beberapa kejadian.
“Puluhan kejadian yang terjadi di Karangasem untungnya tidak sampai menyebabkankorban jiwa, namun ada 3 orang yang mengalami luka ringan,” ucapnya.
Arimbawa mengatakan, wilayah yang paling terdampak di awal tahun 2026 adalah Kecamatan Karangasem dengan 14 kejadian, kemudian disusul Kecamatan Manggis dengan 11 kejadian dan Bebandem dengan 9 kejadian.
“Kerugiannya sampai saat ini mencapai Rp2 miliar karena ada beberapa rumah hingga fasilitas umum yang rusak karena tertimpa pohon atau terkena longsor,” kata Arimbawa.
Dia menjelaskan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan disertai angin kencang. Karena bencana pohon tumbang dan tanah longsor bisa sewaktu-waktu terjadi. “Dalam dua hari terakhir cuaca di Karangasem cukup bersahabat, tapi perubahan cuaca bisa saja terjadi jadi masyarakat harus tetap selalu waspada,” himbaunya. (Eka Prananda/balipost)










