Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali memprakirakan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada 2025 tetap berada pada kisaran atas 5,0–5,8 persen, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan.

Sementara, Bank Indonesia mencatat perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.

Bank sentral juga menilai pertumbuhan ekonomi secara nasional pada triwulan IV 2025 diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.

Baca juga:  Presiden Joko Widodo Tekankan Dua Sektor Prioritas Dorong Pemulihan Ekonomi Global

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik. Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7–5,5%.

Terkait hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Senin (26/1) menyebutkan, perekonomian Bali tetap menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun menghadapi sejumlah bencana alam sepanjang 2025.

Erwin Soeriadimadja menyebut dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi Bali cenderung terbatas dan bersifat sementara. Menurut Erwin, struktur ekonomi Bali yang adaptif membuat berbagai gangguan, baik yang bersumber dari dalam maupun luar daerah, dapat diredam dengan baik melalui respons cepat pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

Baca juga:  Presiden Jokowi ke Bali Hadiri Indonesia-Africa Forum Ke-2

“Bencana yang terjadi secara lokal di Bali memang berisiko memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat serta persepsi dan kenyamanan wisatawan. Namun berdasarkan data historis, dampaknya relatif terbatas dan pemulihannya berlangsung cepat,” ujar Erwin.

Sepanjang 2025, beberapa peristiwa seperti erupsi Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur pada Juni–Juli 2025 yang sempat mengganggu penerbangan internasional menuju Bali, serta banjir di sejumlah wilayah Bali pada September 2025, tidak menurunkan momentum pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2025 mencapai 5,95 persen (yoy) dan pada triwulan III 2025 sebesar 5,88 persen (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang masing-masing tercatat 5,12 persen (yoy) dan 5,04 persen (yoy).

Baca juga:  Bali Berkepentingan 10 Cabor Dipertandingkan

Capaian tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana dapat diredam oleh faktor pendorong ekonomi yang tetap kuat, terutama kinerja sektor pariwisata, konsumsi rumah tangga, serta aktivitas investasi dan konstruksi.

“Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 tetap berada pada kisaran atas 5,0–5,8 persen, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan,” ucapnya. (Suardika/balipost)

BAGIKAN