Suasana di RS Ganesha. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pascapernyataan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya pada Rabu (24/6), terkait adanya 18 tenaga kesehatan (nakes) di RS Ganesha yang positif COVID-19, Direktur Utama RS Ganesha, drg. Candra, buka suara. Ia membantah jumlah kasus nakes di RS Ganesha mencapai 18 orang.

Dikatakan jumlah tenaga rumah sakit yang positif mencapai 16 orang. Dikatakan, mereka yang positif itu mulai dari perawat, dokter, bidan hingga CS. “Bukan 18 ya, tapi 16 orang. Yang 16 itu sudah termasuk 1 bidan dan 1 CS,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya berpatokan dengan data Dinas Kesehatan Gianyar. “Kami selalu berkomunikasi Dinkes Gianyar,” katanya.

Sementara itu terkait dengan adanya belasan nakes yang positif COVID-19 di RS Ganesha, pihaknya sudah melakukan langkah penanganan sesuai hasil koordinasi dengan GTPP Gianyar. Dikatakan beberapa ruangan seperti rawat inap lantai 2, UGD, ruang VK, kamar kelas 3 di ruang perawatan ditutup sementara selama 14 hari. “Sementara itu untuk layanan/ruangan lainnya tetap beroperasi seperti biasa,” katanya.

Selama penutupan sementara itu, pihaknya melakukan sterilisasi dan general cleaning pada sejumlah ruangan tersebut. “Petugas yang kontak dengan nakes Ganesha yang terkonfirmasi COVID-19 telah dilakukan swab, rapid test dan menjalani karantina,” katanya.

Dirut Ganesha menambahkan dari belasan petugas yang positif, sudah ada 7 orang dinyatakan sembuh. “Dari 16 petugas yang positif, sudah dinyatakan sembuh sebanyak 7 orang. Sisanya masih menjalani karantina,” katanya.

Sebelumnya, saat ditanya berapa jumlah kasus di klaster RS Ganesha, Rabu (24/6), Ketua Harian GTPP Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya menyampaikan kasus transmisi lokal pada nakes RS Ganesha dimulai dari dua dokter RS itu yang dinyatakan positif SARS COV-2 pada 29 Mei 2020. Selanjutnya terjadi penularan pada 14 perawat, satu orang cleaning service dan 1 orang bidan. “Sehingga total 18 kasus nakes di RS Ganesha sudah dinyatakan positif COVID-19,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.