Pemimpin BNI Wilayah Denpasar yang menaungi Bali, Nusa Tenggara I Made Sukajaya menyerahkan bantuan paket pangan mulai dari HKTI hingga perwakilan masyarakat disaksikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – BNI Kantor Wilayah Denpasar yang memiliki wilayah kerja Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak wabah virus COVID-19 merebak di Bali, secara aktif menunjukkan kepeduliannya. Baik itu membantu tugas-tugas pencegahan dan penanganan COVID-19, termasuk dampak yang ditimbulkannya.

Bantuan ini disalurkan mulai dari alat pelindung diri (APD) kepada rumah sakit rujukan COVID-19 dan petugas medis, serta bantuan bahan paket pangan untuk warga terdampak COVID-19 di Bali.

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali Nusra, I Made Sukajaya saat penyerahan bantuan paket pangan yang bertempat di Bank BNI Kanwil Denpasar, Sabtu (13/6), mengatakan, penyerahan bantuan dalam masa pandemi COVID-19 ini dikemas dalam bentuk “BNI Berbagi.” Program ini digulirkan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan ke pemerintah bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Sampai dengan saat ini, untuk daerah Bali, Bank BNI telah menyalurkan lebih dari 10.000 paket bantuan pangan. Diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Bali yang terdampak COVID-19.

Kali ini, bantuan sebanyak 4.000 paket pangan diserahkan secara simbolis melalui PHRI, HKTI dan tokoh masyarakat Bali. Penyerahan disaksikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda serta Ketua Satgas COVID-19 BUMN Bali, Wayan Eka Saputra.

Dalam masa pandemi, BNI menyiagakan layanan digitalnya yang memungkinkan transaksi terjadi tanpa interaksi langsung dengan pegawai bank. “BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, BNI SMS Banking, dan ATM BNI dapat dimanfaatkan oleh nasabah selama 24 jam. Bahkan untuk masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi kami siap di BNI Call Center pada nomor 1500046,” ujar Sukajaya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengapresiasi pembagian paket pangan bagi masyarakat Bali. “Apalagi teman-teman yang bekerja di sektor pariwisata hingga saat ini sudah tidak memiliki penghasilan lagi, sementara kebutuhan hidup harus berjalan. Bantuan seperti ini tentu meringankan beban mereka,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Cok Ace juga meminta perbankan untuk memberikan bantuan berupa pinjaman lunak bagi pengusaha pariwisata. Sehingga menurutnya pinjaman tersebut bisa digunakan untuk biaya operasional hingga menggaji karyawan. “Bapak Gubernur berkali-kali mengatakan kepada pengusaha pariwisata jangan sampai merumahkan karyawan tanpa dibayar apalagi PHK. Jika ada soft loan dari pihak bank tentu ini bisa mengurangi beban pengusaha juga,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun skema, baik bantuan untuk masyarakat terdampak dan tenaga kesehatan, serta pemulihan pariwisata dan ekonomi di Bali. Akan tetapi, tanpa bantuan semua pihak, baik masyarakat, BUMN dan pihak-pihak lainnya, skema ini tidak berjalan.

“Pada awalnya kami dari industri pariwisata mengira bahwa kurva akan melandai di Juni, mengalami penurunan di bulan Agustus, sehingga bisa dibuka di bulan Oktober. Namun kenyataan pada minggu kedua Juni malah terjadi lonjakan kasus yang luar biasa. Ini di luar prediksi kita. Untuk itu, bantuan-bantuan yang diberikan oleh semua pihak bisa meringankan beban semua pihak,” jelasnya.

Ke depan, ia berharap semakin banyak masyarakat yang masih mempunyai penghasilan dan berkecukupan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial. “Akhir kata saya atas nama pemerintah dan masyarakat provinsi Bali mengucapkan terima kasih kepada BNI atas bantuan selama jni. Semoga pandemi ini segera berlalu dan ekonomi masyarakat kembali pulih,” tandasnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.