Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi puluhan pemuda yang menggelar keramaian di Jalan Ahmad Yani, Dusun Wanasari, Denpasar menimbulkan polemik. Pasalnya, kegiatan digelar saat Denpasar melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Ketika dimintai keterangan pada Senin (25/5), pejabat Pemkot tidak ada yang mau berkomentar. Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara hanya berkata “No comment,” saat dimintai tanggapan.

Namun, pada Selasa (26/5), Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra akhirnya angkat bicara. Wali Kota Rai Mantra menegaskan bahwa sudah mengintruksikan untuk menelusuri dan mendalami serta memberikan sanksi sesuai dengan amanat Perwali Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Baca juga:  Ini, Sejumlah Pasar di Denpasar Jadi Klaster COVID-19

Hal ini dikerenakan keramaian tersebut terjadi saat masa penanganan Pandemi Covid-19 dan secara khusus Kota Denpasar sedang menerapkan PKM. “Setelah kami menunggu laporan dari aparatur mulai Camat Denpasar Utara, Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, hingga Kepala Dusun Wanasari untuk selanjutnya kami pelajari, serta mempedomani hasil rapat evaluasi, barulah kami ambil tindakan, dan kami sudah intruksikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar untuk memberikan sanksi sesuai dengan amanat Perwali PKM,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra juga sangat menyayangkan adanya keramaian di tengah Pandemi COVID-19, terlebih lagi saat ini Kota Denpasar tengah menerapkan PKM. Sehingga merujuk dari kejadian ini diperlukan kesadaran dan partisipasi bersama masyarakat untuk lebih tertib dalam menerapkan protokol kesehatan. ‘Jadi sudah ada PKM, sudah ada imbauan, dan semua pihak sudah sepakat untuk bersama mendukung percepatan penanganan COVID-19,dan pelanggaran ini sudah kami tindaklanjuti dengan sanksi yang diatur dalam Perwali PKM, jadi masyarakat jangan terpancing, patuhi selalu protokol kesehatan, dan fokus terhadap penanganan dan pencegahan Covid-19 bersama-sama,” katanya.

Baca juga:  RSUP Sanglah Tambah 3 Layanan Kesehatan Tradisional Komplementer

Di tempat terpisah, Ketua Harian GTPP Covid 19 Kota Denpasar, I Made Toya membenarkan bahwa dirinya sudah menerima perintah dari Ketua GTPP COVID-19 Kota Denpasar yang juga Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Bahkan, sesaat setelah diperintahkan, dirinya bersama tim GTPP melaksanakan langkah cepat dengan menggelar pertemuan bersama pihak terkait di Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kaja.

“Sesuai Perwali PKM Pasal 19 Ayat 1, 2 dan 3 yang mengatur tentang sanksi kan sudah jelas penerapan sanksi yang diatur adalah sanksi administrasi, yang dapat diterapkan melalui teguran baik lisan maupun tulisan, serta pembinaan langsung,” jelasnya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.