Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Putra Yudhistira menelusuri karyawan mengaku dibegal viral di Facebook dan diamankan, Minggu (17/5). Alhasil, pria bekerja di Jalan wilayah Denpasar Utara tersebut, mengaku bohong karena stres HP dibelikan bapaknya hilang.

Kasus begal hoax tersebut diposting yang mengaku partner karyawan cuci mobil tersebut. Dalam postingan tersebut diceritakan ketika melintas Jalan Nangka, dia distop oleh oknum berpakaian seperti pecalang dan orang tersebut sempat juga mengaku intel.

Baca juga:
Antisipasi Bencana, Polresta Denpasar Gelar Simulasi

Korban diajak ke banjar (ternyata tidak diajak ke banjar), lalu diajak keliling hingga ke Jalan Teuku Umar. Dengan polosnya dia mengikuti arahan oknum abal-abal tersebut.

Mereka berhenti di tempat yang sepi. HP dan sepeda motor korban dirampas, korban juga dihajar sampai tersungkur. Untung di situasi COVID-19 ini ada yang lewat, bersedia membantu mengantar ke RS.

Saat ini korban masih dalam masa pemulihan. Korban masih menahan sakit. Wajah memar, luka dalam, tulang rusuk dan tulang bahu patah.

Baca juga:
Diduga Over Dosis, Sopir Tewas Setengah Bugil

Juga diposting foto pria mengaku korban berbaring di tempat tidur, pakai selimut dan mengacungkan jempol.
Menyikapi postingan tersebut, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan menegaskan postingan itu hoax. “Yang bersangkutan sudah kami amankan. Masih dimintai keterangan,” tegasnya.

Ceritanya, lanjut Kapolresta, pria itu kehilangan HP yang baru dibelikan bapaknya. Hal itu membuatnya setres dan akhirnya mengarang cerita dibegal tersebut. “Jadi cerita yang di-posting itu hoax. Masih ditangani Satreskrim Polresta,” ujarnya.

Baca juga:
Atasi Penyalahgunaan Narkoba, BNN Kukuhkan Relawan

Sedangkan informasi diperoleh, HP karyawan cuci mobil itu hilang di tempat kerjanya. “Sepeda motornya masih di rumahnya. Kalau cideranya itu karena lakalantas sebelum kehilangan HP,” kata sumber. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.