Massa berkumpul di jalan samping Mako Polresta Denpasar sejak, Selasa (6/1) pagi. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Massa berkumpul di jalan samping Mako Polresta Denpasar sejak, Selasa (6/1) pagi. Ternyata mereka menunggu kedatangan GK bersama sejumlah saksi untuk menjalani klarifikasi terkait kasus penganiayaan di Jalan Akasia, Denpasar Timur.

Dari pantauan di lapangan, GK bersama sejumlah saksi dan tim pengacaranya tiba di polresta pukul 10.00 WITA. Ia disambut oleh massa berpakaian adat madya yang sudah menunggu sejak pagi.

Oleh petugas, GK dan timnya diarahkan langsung menuju ruang Satreskrim Polresta. Setelah GK masuk, sesuai arahan polisi, massa membubarkan diri.

Baca juga:  Sejumlah Remaja Diamankan, Diduga Hendak Lakukan Ini

Kabagops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Wiranata menyampaikan sesuai kesepakatan awal tim GK dengan Satreskrim bahwa mereka hadir dengan beberapa pengacara dan saksi. Namun karena rasa solidaritas, massa ikut datang ke polresta.

“Mungkin jumlahnya 75 orang. Kalau anggota yang kami kerahkan untuk melakukan pengamanan sekitar 100 orang,” ujarnya.

Tujuannya karena kegiatan tersebut dilaksanakan di Mako Polresta. Selain menjaga keamanan, supaya masyarakat yang memerlukan pelayanan berjalan lancar. “Mereka datang untuk beri dukungan saja. Sifatnya spontanitas,” tegas Kompol Wiranata.

Baca juga:  Dicurigai Sindikat Jual Ginjal Karena Grup Medsos, Ternyata Tak Terbukti

Kasus penganiayaan terjadi pada Rabu 31 Desember 2025. Saat itu KBAP berada di kos temannya. Karena temannya sedang mandi, KBAP ke warung di dekat kos tersebut.

Saat itulah datang sekelompok remaja main kembang api dan terjadi cekcok. Situasi memanas, KBAP mengaku diserang pakai kembang api.

Ia langsung ke kos dan mengambil sapu ijuk dan para remaja itu langsung bubar. Beberapa menit kemudian sejumlah remaja itu datang ke TKP bersama diduga orangtuanya, salah satunya GK yang membawa senjata tajam. KBAP langsung diserang.

Baca juga:  Latpraops Operasi Ketupat, Wakapolresta Ingatkan Jangan Arogan

Ia berusaha melarikan diri, tapi terus diserang dan akhirnya tergeletak bersimbah darah di jalan depan warung.

Akibat kejadian itu KBAP mengalami luka robek di telapak tangan kanan, empat jari tangan kanan, serta luka tusuk di bagian perut bawah pusar.

Sementara itu, versi GK melalui kuasa hukumnya, Kadek Wiradana, menyampaikan sebagai korban awal dalam peristiwa tersebut. Pasalnya anak GK dan teman-temannya jadi korban penganiayaan, penyerangan menggunakan senjata tajam. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN