Suwirta saat berbicara dengan para PMI. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pemulangan ketiga kalinya bagi PMI yang sudah menjalani karantina rapid test negatif, kembali dilakukan Jumat (1/5) di Lapangan Swecapura, Gelgel. Sebanyak 37 PMI sudah berkumpul kembali dengan keluarganya.

Saat pemulangan, ada 3 PMI asal Nusa Penida yang sempat kebingungan untuk pulang, karena seluruh akses Pelabuhan Rakyat menuju Nusa Penida sementara ditutup.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, Nyoman Suwirta, langsung mengambil opsi cepat. Dia segera memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada untuk mengantar ketiga PMI itu pulang ke Nusa Penida melalui Pelabuhan Padangbai, menaiki Kapal Roro Nusa Jaya Abadi.

Pendampingan BPBD harus dilakukan agar dapat dikomunikasikan dengan baik kepada pihak pelabuhan. Sehingga, tidak terjadi kendala teknis di lapangan yang memicu pertentangan.

Ketiga PMI itu pun tetap diminta mengikuti seluruh anjuran pemerintah. Jaga Nusa Penida agar tetap steril dari wabah Covid-19. Suwirta bersyukur hasil rapid test seluruh PMI ini menunjukkan negatif.

Hal ini menandakan bahwa proses karantina di hotel sudah dijalani dengan baik dan disiplin. Walaupun telah melakukan karantina dan lolos test rapid, Bupati Suwirta tidak henti-henti menyarankan untuk tetap melakukan karantina mandiri di rumah minimal 14 hari.

Hal ini berkaca kepada kejadian di lapangan, dimana Covid-19 mengalami evolusi dan berkembang pada hari ke 18. Bahkan juga pada hari ke 20 dan hari ke 30. “Setelah sampai di keluarga dan di lingkungan, jadilah contoh yang baik dalam memutus penyebaran Covid-19 kepada masyarakat. Jangan ngumpul-ngumpul dan berpesta di tengah pandemi Covid-19 ini. Lebih baik uang yang dimiliki disimpan untuk bertahan hidup selama pandemi,” ujar Suwirta.

Salah satu PMI, Gusti Ngurah Alit asal Desa Manduang menyampaikan upaya pemerintah dalam memfasilitasi PMI sudah cukup baik. Mulai dari memfasilitasi kepulangan para PMI, dari penjemputan di bandara hingga sampai tempat karantina.

Demikian pula kebutuhan selama karantina. Dia mengaku bersyukur karena telah mendapatkan tempat yang baik untuk menjalani karantina. Alit mengaku akan berupaya mengikuti semua arahan dan anjuran dari pemerintah setelah sampai di rumah. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.