I Ketut Mertadina. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karangasem saat ini berada di negara yang terlibat konflik di Timur Tengah. Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem masih terus memantau kondisi PMI tersebut untuk memastikan keselamatan meraka di sana.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Ketut Mertadina, mengungkapkan, ada belasan orang asal Kabupaten Karangasem yang bekerja di sejumlah negara yang saat ini terlibat konflik di Timur Tengah tersebut. “Tercatat ada 18 orang yang bekerja di berbagai negara di Timur Tengah. Yakni di Uni Emirat Arab sebanyak 9 orang, Kwait 7 orang dan Arab Saudi 2 orang,” ujarnya.

Baca juga:  Kamboja-Thailand Memanas, KBRI Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Konflik

Mertadina mengatakan, di tengah situasi konflik Timur Tengah yang kian memanas tersebut, pihaknya telah memantau keberadaan para PMI ini lewat KBRI terdekat serra berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). “Sampai saat ini kondisi meraka masih aman,” katanya.

Menurut Mertadina, pihaknya juga meminta kepada para PMI supaya mencatat dan menyimpan nomor-nomor penting KBRI terdekat. Sehingga apabila terjadi situasi darurat, supaya mereka bisa menghubungi nomor tersebut.

Baca juga:  Penempatan PMI Berkontribusi Terhadap Perekonomian

“Kami akan terus melakukan pembaharuan data, dan pemantauan kondisi di Timur Tengah. Hal itu dilakukan Pemerintah Karangasem untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada mereka yang sedang bekerja di sana,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN