Petugas Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Tabanan saat melakukan verifikasi berkas calon PMI. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sebanyak 14 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tabanan tercatat bekerja di kawasan Timur Tengah yang masuk daftar negara terdampak konflik. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan menyatakan terus memantau perkembangan situasi.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Tabanan, Ni Putu Ayu Lily Ambariasih menjelaskan, data tersebut bersumber dari aplikasi Sisko P2MI (Sistem Komputerisasi Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) serta informasi dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Baca juga:  Pasien Sembuh COVID-19 Mendominasi, Puluhan PMI Dipulangkan Dari Karantina

“Berdasarkan data yang kami himpun, terdapat 14 PMI asal Tabanan yang saat ini bekerja di kawasan Timur Tengah,” jelasnya, Selasa (3/3).

Dari 14 PMI tersebut, 2 orang diantaranya penempatan Januari–Februari 2026, yakni di Yordania dan Uni Emirat Arab. Sementara, sepanjang 2025, sebanyak 12 PMI asal Tabanan diberangkatkan ke sejumlah negara di kawasan tersebut dengan rentang keberangkatan Februari hingga Desember. Jika melihat masa kontrak, sebagian diperkirakan masih aktif bekerja.

Mayoritas PMI asal Tabanan ini bekerja di sektor darat, seperti spa dan restoran sebagai pramusaji (waiters).

Baca juga:  Jembrana Konfirmasi Dua Pasien Positif Covid-19

Kendati belum ada laporan kedaruratan, pihak dinas tetap siaga dan rutin memperbarui informasi melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta perwakilan diplomatik Indonesia di negara penempatan.

“Pengalaman saat konflik Rusia–Ukraina, biasanya keluarga yang lebih dulu menghubungi kami. Sampai sekarang belum ada laporan masuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman evakuasi sebelumnya, perkembangan situasi biasanya terlihat dalam kurun 10 hari. Jika penerbangan lumpuh, proses evakuasi umumnya dilakukan melalui jalur darat keluar dari zona konflik sebelum dipulangkan lewat wilayah aman.

Baca juga:  Total PMI Selesai Melakukan Karantina Mencapai 158 Orang

Sekitar tahun 2023, tercatat 20 PMI asal Tabanan yang berada di kawasan konflik difasilitasi pemulangannya melalui koordinasi kementerian terkait. Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan juga menegaskan tetap siaga dan siap berkoordinasi apabila sewaktu-waktu diperlukan penanganan maupun penjemputan.

“Kami mengimbau keluarga PMI tetap tenang dan aktif mencari informasi ke dinas tenaga kerja terdekat untuk mengetahui perkembangan kondisi anggota keluarganya,” tegas Lily Ambariasih. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN