
MANGUPURA, BALIPOST.com – Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Badung di Timur Tengah dipastikan dalam kondisi aman. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) memastikan hingga awal April 2026, seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Badung yang bekerja di kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak secara fisik oleh konflik yang terjadi.
Tercatat, sebanyak 141 PMI asal Badung masih bekerja dan tersebar di sejumlah negara di kawasan tersebut. Hingga kini, tidak ada laporan kondisi darurat maupun permintaan evakuasi dari para pekerja migran tersebut.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disperinaker Badung, Ni Luh Putu Widyantari seizin Kepala Disperinaker Kabupaten Badung, Anak Agung Yuda Dharma saat dikonfirmasi Selasa (7/4) membenarkan belum adanya keluhan dari PMI di negara-negara Timur Tengah. Menurutnya, sampai saat ini situasi masih terkendali. “Sampai saat ini belum ada laporan PMI yang terdampak konflik geopolitik,” ungkapnya.
Meski demikian, Disperinaker Badung tidak tinggal diam. Pemantauan terhadap kondisi PMI terus dilakukan secara intensif guna memastikan keselamatan mereka tetap terjaga. Pemerintah daerah juga tetap siaga dengan menjalin koordinasi lintas instansi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan maksimal kepada para pekerja migran asal Badung yang bekerja di luar negeri, khususnya di wilayah dengan potensi konflik.
Selain pemantauan, upaya antisipasi juga telah dilakukan sejak awal proses keberangkatan PMI. Disperinaker menerapkan sistem verifikasi ketat terhadap para pencari kerja yang hendak bekerja ke luar negeri.
“Untuk antisipasi, kami melakukan verifikasi secara detail kepada pencari kerja yang akan berangkat ke luar negeri. Sementara pendataan PMI terpusat di BP3MI Bali,” ujarnya.
Koordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali juga terus diperkuat. Lembaga tersebut memiliki kewenangan dalam melakukan monitoring terhadap PMI di negara penempatan. “Monitoring kami lakukan melalui koordinasi dengan BP3MI Bali,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah PMI asal Badung yang bekerja di kawasan Timur Tengah pada tahun 2025 tercatat sebanyak 125 orang. Sementara pada tahun 2026 sebanyak 16 orang. Dengan demikian, total PMI asal Badung yang bekerja di kawasan tersebut dalam dua tahun terakhir mencapai 141 orang. (Parwata/balipost)










