Bupati Eka Wiryastuti. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com  –  Kabupaten Tabanan ditetapkan sebagai salah satu kabupaten di Bali yang hingga saat ini belum terjadi transmisi lokal untuk kasus COVID-19. Serta memiliki jumlah kasus positif paling rendah, itupun mereka (pasien) yang terkomfirmasi positif terjangkit COVID-19 yakni para pekerja migran Indonesia (PMI) yang memang sebelumnya datang dari Negara terpapar.

Terkait hal itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, semua ini tidak terlepas dari disiplin masyarakat dalam mengikuti seluruh anjuran pemerintah, serta peran aktif jajaran Satgas yang tiap hari rutin di bidang tugasnya masing-masing melaksanakan upaya pencegahan penyebaran virus. Dan tak ketinggalan pula peran Satgas di desa adat yang juga turut andil dalam melakukan pengawasan di wilayah masing-masing untuk terus mengingatkan krama nya tetap mengikuti anjuran pemerintah seperti penerapan pola hidup bersih dan sehat, wajib pakai masker saat berada di luar rumah, dan social distancing.

Baca juga:  Tambahan 13 Kasus Baru COVID-19 di Bali, Transmisi Lokal Mendominasi

Lanjut kata Bupati Eka, pandemic Corona atau Covid19 ini tentu saja menimbulkan masalah bagi semua lini. Tetapi jika semua disiplin, dan saling bahu membahu berperan aktif sesuai tupoksinya masing-masing dan ikuti anjuran pemerintah, pastinya semua ini akan bisa dilalui dengan baik. “Ikuti anjuran Pemerintah, do bengkung, diam di rumah.  Wajib pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak, ini harus terus diingatkan pada masyarakat,” terangnya.

Baca juga:  H Sovereign Bali Gelar CSR di SDN 1 dan 4 Tuban

Selain itu peran Satpol PP selaku pengaman himbauan dan Perda tetap melaksanakan tugas untuk secara prefentif dan educatif mengarahkan warga disiplin ikut menjaga kesehatan lingkungannya seperti kepasar sesuai himbauan tidak makan di warung makan dan lainnya.

Begitupun sosialisasi tentang pencegahan penyebaran COVID-19  juga terus dilakukan dengan menggandeng semua pihak, baik Satgas kesehatan selaku yang membidangi serta juga melibatkan para seniman asal Tabanan agar sosialiasi bisa lebih dipahami oleh masyrakat. “Kuncinya kita harus satu komando, satu komintmen dan satu kekuatan menjaga Tabanan dalam penanganan COVID-19, dan selalu bersinergi saling menjaga ,serta megatur dari pola kerja termasuk mekanisme APBD dan pelaksaanaan di lapangan dengan pola darurat, baik fokus masalah kesehatan, pengamanan jaringan sosial dan ekonomi. Kalau kita berpikir darurat pasti yang terbaik akan lahir,”pungkasnya. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.