Rapat koordinasi yang digelar Disnaker Kabupaten Gianyar terkait keberadaan PMI. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar mengonfirmasi keberadaan dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gianyar yang saat ini berada di Kuwait, Timur Tengah. Kedua pekerja tersebut diketahui berangkat melalui perusahaan penyalur PT Alqurny.

​Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar, I Gede Suardana Putra membenarkan kabar tersebut pada Selasa (3/3). Identitas kedua PMI tersebut telah teridentifikasi yaitu Putu Kramania Sinta Dewi (asal Samplangan) dan Ni Nyoman Juliantari (asal Bonbiyu). Meski lokasi keberadaan kedua PMI sudah dipastikan, Disnaker Gianyar menyatakan masih menunggu rincian kondisi serta langkah formal dari instansi pusat.

Baca juga:  14 PMI Asal NTB Jadi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

“Kami sudah menerima informasi awal. Namun, untuk detail kondisi kesehatan, keamanan, dan langkah tindak lanjut ke depan, kami masih menunggu berita resmi dari BP2MI maupun BP3MI,” jelas Gede Suardana.

​Sebagai bentuk respons cepat, Disnaker Gianyar telah mengambil beberapa langkah meliputi terus menjalin komunikasi dengan otoritas terkait untuk memantau keselamatan para pekerja. Meneruskan imbauan dari KBRI melalui media sosial resmi Disnaker guna memastikan informasi sampai ke pihak keluarga dan masyarakat luas. “Mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan jalur keberangkatan resmi yang terdaftar untuk menjamin perlindungan hukum,” paparnya.

Baca juga:  Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satsamapta Polres Gianyar Sisir Titik Rawan Bencana

Suardana menegaskan, pentingnya pengawasan ketat dalam proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Ia meminta masyarakat untuk lebih selektif dan memastikan perusahaan penyalur memiliki izin resmi.

​”Begitu ada keterangan resmi dari BP2MI atau BP3MI, akan segera kami sampaikan kepada publik. Kami berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ini hingga ada kejelasan mengenai kondisi terbaru mereka,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN