
GIANYAR, BALIPOST.com – Industri pariwisata di Kabupaten Gianyar tengah menghadapi tantangan serius pada periode low season tahun ini. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar mencatat adanya penurunan tingkat hunian kamar (okupansi) yang dipicu oleh dinamika situasi global.
Ketua PHRI BPC Gianyar, I Gede Paskara Karilo, Kamis (12/3) mengungkapkan rata-rata okupansi hotel di wilayahnya saat ini berada di bawah angka 50 persen, dengan penurunan berkisar antara 5 hingga 10 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, ketidakpastian global akibat konflik mancanegara, khususnya di Timur Tengah menjadi faktor utama melambatnya pemesanan kamar.
“Banyak wisatawan yang masih menunggu perkembangan situasi dunia. Ada kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga BBM global yang nantinya akan berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujar Paskara Karilo.
Menyikapi kondisi tersebut, para pengelola akomodasi di Gianyar tidak tinggal diam. Paskara menjelaskan inovasi melalui paket khusus Nyepi menjadi strategi utama untuk menarik minat wisatawan yang sudah berada di Bali sekaligus menutupi biaya operasional hotel.
Salah satu pelaku pariwisata, Citra Suriah membenarkan paket nyepi sebagai salah satu jembatan transisi bagi para tamu sebelum memasuki keheningan total Hari Raya Nyepi.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga citra pariwisata Gianyar sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan kemewahan fisik, tetapi juga kedalaman spiritual, di tengah lesunya kondisi ekonomi global. (Wirnaya/balipost)










