Wisatawan memadati kawasan Tanah Lot, Tabanan. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menindaklanjuti instruksi Gubernur Bali, I Wayan Koster yang meminta agar obyek wisata untuk sementara ditutup, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Sabtu (21/3) langsung menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan melalui video conference. Hasilnya, untuk seluruh kawasan obyek wisata di Kabupaten Tabanan disepakati untuk ditutup sementara mulai Minggu (22/3) sampai dengan Senin (30/3).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Nyoman Sukanada. “Hasil koordinasi dengan Pimpinan Daerah (Bupati) untuk sementara waktu menutup DTW dan destinasi wisata mulai tanggal 22 sampai dengan 30 maret 2020,” terangnya.

Baca juga:  90 Persen Pasien RSJ Terkonfirmasi Covid -19 Sembuh

Penutupan inipun, dikatakan Sukanada, dilakukan oleh seluruh kawasan obyek wisata yang selama ini ada kunjungan wisatawan. Total ada 25 DTW di Tabanan. Dan selama penutupan, kegiatan penyemprotan desinfektan akan terus dilakukan untuk bisa mencegah penyebaran virus COVID-19.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun di sejumlah DTW, sebelum keluarnya keputusan penutupan sementara pada Sabtu sore, sejak pagi obyek masih dibuka. Seperti misalnya di DTW Tanah Lot.

Baca juga:  GenWI Tiongkok Diluncurkan di Shanghai

Dikatakan oleh Manager DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, pada Sabtu pagi masih menerima kunjungan wisatawan. Hanya saja memang jumlahnya sudah mulai menurun sejak tiga hari lalu. “Kunjungan masih ada, hanya jumlahnya sedikit. Jumat kemarin hanya 992 orang. Dan hari ini (Sabtu) hingga pukul 13.00 wita hanya 249 orang,” terangnya.

Kunjungan tersebut, domestik 89 orang dan mancanegara 160 orang. Untuk mancanegara dikatakannya dari Australia dan Jepang.

Baca juga:  Jelaskan Kondisi Gunung Agung, Gubernur Pastika Undang Konjen

Hal serupa juga terjadi di DTW Ulundanu Beratan. Menurut Manager DTW setempat I Wayan Mustika, meski kawasan tetap dibuka Sabtu pagi, hanya saja kunjungan wisatawan tidak tampak terlihat.

Yang ada hanyalah pemedek yang tengah melakukan upacara. “Tamu sudah tidak ada, hanya ada pemedek dan orang sembahyang tetap kita buka,” terangnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN