Krama Subak Sengkiding menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah, polisi dan TNI, Jumat (31/1). (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Krama Subak Sengkiding, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, mulai kesulitan memperoleh air untuk mengaliri sawahnya. Sebab, sumber air di hulu di sekitar Tembuku, Bangli, “bocor” di seputaran tebing, kemudian dipakai sarana objek wisata air terjun oleh warga setempat.

Menurut Klian Subak Sengkiding, Gede Wiarta, Jumat (31/1), awalnya persoalan alur sungai yang dipakai mengairi sawah di hulu hanya berupa rembesan. Tetapi lama-lama rembesan itu semakin besar dan kemudian dikelola sebagai objek wisata air terjun. Akibatnya, alur sungai ke hilir kian mengecil dan tak cukup untuk mengairi sawah.

Baca juga:  Koperasi, Solusi Optimalkan Dana Desa

Pihaknya sempat menutup alur sungai dengan karung berisi pasir, namun dibuka lagi. Bahkan, krama subak setempat menutup lubang itu secara permanen menggunakan beton, tetapi tak lama kemudian lubang selebar satu meter itu terbuka kembali. “Kami tidak mau menuduh warga setempat yang membuka tutup tersebut,” katanya.

Melihat persoalan itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta datang langsung ke Subak Sengkiding dalam pertemuan yang digelar krama subak setempat, Jumat (31/1). Pertemuan ini guna mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan air antara Subak Sengkiding dan pengelola objek wisata air terjun di wilayah hulu dari aliran subak.

Baca juga:  Bali Dijual Murah

Bupati Suwirta minta krama subak melalui Klian Subak I Gede Wiarta membahas dan menyelesaikannya dengan kepala dingin. Pemerintah daerah akan selalu hadir untuk mendampingi dan membantu mencarikan jalan keluarnya agar tidak ada yang dirugikan.

Selain itu, ia akan terjun ke lokasi dan membahas solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Dengan proses mediasi kedua belah pihak nanti, persoalan ini niscaya dapat diselesaikan. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.