
GIANYAR, BALIPOST.com – Komisi IV DPRD Bali melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Mas Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (22/1). Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, ini bertujuan meninjau kondisi sarana prasarana sekaligus melihat langsung inovasi pembelajaran yang diterapkan sekolah kejuruan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV mencatat sejumlah persoalan yang masih memerlukan perhatian serius, khususnya terkait aset sekolah. Sebagian lahan SMKN 1 Mas Ubud diketahui masih berstatus sewa atau kontrak, sehingga dinilai perlu mendapat solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.
Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi regenerasi kepala sekolah serta pengisian posisi strategis lainnya.
Di sisi lain, I Nyoman Suwirta mengapresiasi kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai mampu melahirkan berbagai terobosan di tengah keterbatasan sarana. Menurutnya, kemampuan leadership yang adaptif dan inovatif sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan sekaligus citra dan daya tarik sekolah di mata masyarakat.
SMKN 1 Mas Ubud saat ini memiliki 1.347 siswa yang terbagi dalam 41 rombongan belajar. Meski hanya didukung 27 ruang kelas, sekolah ini tidak menerapkan sistem double shift. Keterbatasan tersebut justru direspons dengan beragam inovasi pembelajaran yang dinilai efektif dan kreatif.
Beberapa terobosan yang diterapkan antara lain sistem pembelajaran blok mingguan dengan pemisahan mata pelajaran umum dan kejuruan, serta penerapan sistem moving class untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang belajar. Pembelajaran digital juga diperkuat melalui optimalisasi e-learning berbasis platform belajar.smkn1mas.sch.id.
Di akhir semester, sekolah menerapkan blok kokurikuler melalui pembelajaran berbasis proyek (project based learning) guna meningkatkan kompetensi siswa. Inovasi lain dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, seperti kegiatan outing ke destinasi wisata untuk menunjang pembelajaran bahasa Inggris. Sekolah juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Joy Center dalam pengembangan kepribadian dan karakter siswa.
Selain itu, digitalisasi pembelajaran dan manajemen sekolah terus dikembangkan, seiring dengan penguatan kompetensi dan potensi siswa berbasis komunitas.
SMKN 1 Mas Ubud juga mulai menerapkan pembelajaran mikrokredensial serta pengembangan kelas industri untuk menyesuaikan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Komisi IV DPRD Bali mendorong agar berbagai inovasi yang telah berjalan dapat terus diperkuat dengan dukungan kebijakan serta alokasi anggaran dari pemerintah daerah.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan semangat optimisme dan harapan agar SMKN 1 Mas Ubud terus berkembang sebagai salah satu SMK unggulan di Bali. (Ketut Winata/balipost)










