DENPASAR, BALIPOST.com – Kepadatan arus lalu lintas mulai dirasakan masyarakat Bali, khususnya Denpasar dan Badung. Salah satu penyebabnya adalah masuknya kendaraan bermotor (ranmor) dari luar masuk Bali.

Diprediksi 20 ribu ranmor masuk Bali dalam rangka merayakan tahun baru 2020. Di Pantai Kuta akan jadi lautan manusia. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, didampingi Kasatlantas AKP Adi Sulistyo, Minggu (29/12) mengatakan, penutupan sejumlah jalur di Kuta dimulai pada Selasa (31/12) pukul 16.00 Wita.

Baca juga:  Puluhan Anak-anak Pengungsi Antusias Ikut Belajar Menggambar

Sedangkan jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan tahun baru 2.277 orang. Terdiri dari Polresta Denpasar 1.275 orang, Polda Bali (Sabhara, Brimob dan Raimas) 220 orang, TNI 54 orang, Dishub 62 orang, Satpol PP 50 orang, pecalang 104 orang, Pam Internal 500 orang dan Senkom 12 orang.

Sedangkan lokasi parkir yaitu di Lapangan Tri Sakti di Jalan Pantih Jelantik, Central Parkir di Jalan Raya Kuta, areal parkir mall dan hotel, Bali Anggrek dan parkir umum Desa Adat Legian. “Saat mengendarai motor pakailah helm. Naik motor jangan ugal-ugalan,” tegas Kombes Ruddi.

Baca juga:  Bayi Tanpa Anus Akhirnya Meninggal Dunia

Sementara Kasatlantas AKP Adi mengatakan, 20 ribu kendaraan masuk Bali dan kemungkinan lebih banyak lagi. Kendaraan luar Bali tersebut mengarah ke Kuta. “Di Bandara (Ngurah Rai) juga meningkat karena banyak penjemputan. Kepadatan terjadi kira-kira sore sampai malam hari. Mobil tersebut jemput wisatawan dan juga ada yang mengantar,” ungkapnya.

Kendaraan luar Bali tersebut didominasi roda empat. Kalau kendaraan roda dua berasal dari Banyuwangi dan daerah yang dekat Bali.

Baca juga:  Truk Tabrak Sepeda Motor, 4 Orang Terluka

Sedangkan untuk kendaraan roda empat masuk Bali bahkan dari Jakarta dan Badung. Untuk pengamanan malam tahun baru, menurut Adi, pihaknya mengerahkan 190 personel.

Mengingat libur Natal dan tahun baru sampai 5 Januari, pihaknya mengerahkan personel hingga 6 Januari 2020. “Di Kuta akan diberlakukan car free night. Hanya ada pejalan kaki saja di sana dan jadi lautan manusia saat tahun baru,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.