Senjata
Ilustrasi sidang. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Indra Jayengrana dituntut pidana penjara selama 14 tahun dan denda Rp 1 miliar di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (9/10). JPU Putu Oka Surya Atmaja menyatakan, terdakwa berusia 30 tahun ini terbukti bersalah menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 376,37 gram netto.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Engeliky Handajani Day, Jaksa Putu Oka Surya Atmaja menjelaskan, sesuai fakta dalam persidangan tidak ditemukan alasan pemaaf atau pembenar atas perbuatan terdakwa sehingga harus dijatuhi hukuman yang setimpal.

Baca juga:  Tahun Politik, Tentara Tidak Boleh Dijadikan Alat 

Terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Artinya, pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir itu dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, menerima serta menjadi perantara jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Mendengar tuntutan itu, terdakwa akan mengajukan pledoi dalam sidang pekan depan.

Baca juga:  Kasus Kompensasi Jalan, Korban Bersaksi Dimintai Rp 35 Miliar

Terdakwa ditangkap saat berada dalam mobil Toyota Agya nomor polisi DK 1976 LI yang parkir depan dealer BMW Jalan Gatot Subroto, Denpasar Timur, pada 24 April 2019 pukul 22.00 Wita. Saat itu petugas mengamankan 4 paket berupa buntelan plaster yang berisi sabu-sabu.

Terdakwa memperoleh sabu-sabu tersebut dari seseorang bernama Komang (DPO). Saat berada di kos saksi Desak Made Mas Swandewi, terdakwa dihubungi Komang dan minta bertemu di parkir Indomaret dekat Warung Mina Pengunyangan. (Miasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.