Suasana sosialisasi membahas masalah limbah menjelang pelaksanaan pertemuan IMF-WB. (BP/ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengawasan limbah akan diperketat oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Hal ini untuk memberikan citra yang baik di mata dunia seiring akan digelarnya IMF-World Bank Annual Meeting pada Oktober mendatang.

Bahkan, izin lingkungan dan Ipal serta pengolahan limbah hotel, tempat peserta IMF menginap, akan dilakukan audit. Untuk itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mengumpulkan perwakilan seluruh hotel di Nusa Dua dan Jimbaran, Rabu (2/5).

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal di Bali Bertambah, Jumlahnya Pecahkan Rekor Harian

Hal ini dilakukan agar pihak hotel di Nusa Dua dan Jimbaran bisa mempersiapkan diri secara matang menghadapi perhelatan internasional ini. Terutama berkaitan dengan masalah sampah dan limbah. “Kami tidak ingin nantinya ada sorotan dari media atau peserta terkait limbah maupun sampah di tempat mereka menginap,” kata Kepala DLHK Badung, I Putu Eka Merthawan dihadapan perwakilan hotel.

Dikatakan, untuk memastikan kesiapan tersebut mulai minggu ini, tim nya akan turun melakukan audit terhadap ijin lingkungan yang ada hotel-hotel tersebut. Termasuk juga ipal dan sistem pengolahan sampahnya.

Baca juga:  Di Jembrana, Jaring "Pakis" Masih Digunakan

Sementara, terkait dengan keberadaan limbah di aliran tukad Beririt, pemilik lahan diwajibkan membuat septictank. Terkait penataan sungai tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pihak ITDC dan St. Regis.

Selain mengawasi terkait limbah, untuk menata kawasan Nusa Dua juga akan dilakukan penertiban terhadap PKL yang ada disana. Termasuk juga menata pangkalan taksi yang ada di depan St. Regis. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Sat.Pol.PP Badung merujuk pada Perda N0 7 tahun 2016 tentang ketertiban umum. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.