BLITAR, BALIPOST.com – Ribuan warga Blitar menggelar upacara sakral yang diberi nama Bedol Pusaka Candi Mleri. Upacara peninggalan nenek moyang ini merupakan kegiatan mengirab pusaka peninggalan Raja Kertanegara.

Acara sakral yang digelar setahun sekali ini juga diwarnai dengan rebutan gunungan lanang dan gunungan wadhon yang diyakini warga sekitar membawa berkah.

Candi Mleri ini merupakan candi pertapaan yang dibangun sejak zaman Kerajaan Kertajaya Kediri. Mulai dari Raja Kameswara sampai zaman Singosari akhir, hingga Majapahit awal.

Baca juga:  Kembalikan Pantai di Bali sebagai Ruang Ritual Sakral

Candi ini terletak di puncak Gunung Pegat, tepatnya di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Blitar. Selain sebagai tempat pemujaan, candi tersebut juga tempat penyimpanan abu Prabu Wisnu Jaya Wardha, Raja Singosari ke-4.

Upacara bedol pusaka Candi Mleri ini mengambil tema “Ruwatan Banda Bandu Bumi Bung Karno.” Upacara ritual yang digelar setahun sekali ini tak urung menyedot perhatian ribuan warga. Terutama pada saat pengiraban pusaka peninggalan Raja Kertanegara dari Candi Mleri keliling perdesaan hingga Lapangan Kauman.

Baca juga:  Peringatan Hari Puputan, Belanda Serahkan Benda Pusaka Era Kerajaan Klungkung

Bupati Blitar, Riyanto yang hadir memberikan apresiasi atas digelarnya ritual ini. Bedol pusaka yang merupakan tradisi budaya ini diharapkan mampu menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (kmb/surabayatv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.