Dewa Ratno Suparso Mesi. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebuah video berisi keluhan dan umpatan terhadap Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM Bangli) diunggah seorang pemilik akun di media sosial layanan pengaduan 24 jam Bangli era baru. Dalam video itu pemilik akun Dex Wira meluapkan kekecewaannya dan menyebut pihak PDAM sebagai pemeras masyarakat.

Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan air bersih selama dua bulan, namun tetap menerima tagihan pembayaran sebesar Rp224 ribu. Merasa dirugikan, ia menilai PDAM seolah memeras masyarakat dan melontarkan kata-kata kasar terhadap perusahaan daerah tersebut.

Baca juga:  KPU Gianyar Tetapkan DPT Sebanyak 390.424 Pemilih

Menanggapi hal tersebut, pihak Perumda Air Minum Tirta Danu Arta telah menelusuri identitas pengunggah video. Hasilnya, diketahui bahwa pelanggan yang bersangkutan berdomisili di wilayah Desa Suter, Kecamatan Kintamani.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Ratno Suparso Mesi, memastikan bahwa tagihan terhadap pelanggan tersebut sudah berdasarkan hasil pencatatan meteran pemakaian. “Dalam video itu dikatakan dua bulan tidak dapat air lalu dapat tagihan segitu. Itu tidak mungkin. Munculnya tagihan itu pasti ada pemakaian,” tegas pria yang akrab disapa Dewa Rono itu didampingi Kabag Teknik I Wayan Gunawan, Senin (19/10).

Baca juga:  Bali Kirim 13 Atlet di Kejurnas Panjat Tebing Remaja

Pihak PDAM berencana mendatangi langsung kediaman pelanggan tersebut pada Selasa (20/10) untuk meminta klarifikasi. Tak hanya itu, menyikapi ucapan kasar dan tuduhan yang dilontarkan dalam video, Perumda juga berencana melayangkan somasi.

Di sisi lain, Kabag Teknik Perumda Tirta Danu Arta, I Wayan Gunawan, tidak menampik bahwa pelayanan air bersih di wilayah Kintamani, termasuk Desa Suter dan sekitarnya, memang belum optimal. Hingga saat ini, pihak PDAM masih menerapkan sistem penggiliran pasokan air karena kapasitas produksi air belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan. Kondisi tersebut makin diperparah oleh melonjaknya konsumsi air masyarakat selama musim kemarau.

Baca juga:  Buat PDAM Badung

Gunawan menjelaskan, solusi jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan di wilayah Kintamani adalah dengan mengembangkan sumber air baru di Mata Air Kutalambi, Desa Bunutin. Namun, hal tersebut membutuhkan investasi dengan anggaran besar. Sebagai langkah penanganan jangka pendek, pihaknya berencana menambah satu unit pompa di sumber Mata Air Pebini guna meningkatkan kapasitas produksi. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN