
BANGLI, BALIPOST.com – Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM Bangli) menerapkan sistem distribusi air bersih dengan pola ganjil genap bagi pelanggan di wilayah Kintamani. Kebijakan diberlakukan sejak bulan ini guna memperjelas sistem bergilir yang selama ini sudah berjalan, sekaligus mengoptimalkan keterbatasan debit air yang ada.
Kabag Teknik PDAM Bangli, I Wayan Gunawan, menjelaskan bahwa pelayanan penyaluran air bersih bagi masyarakat di Kintamani pada dasarnya sudah lama menggunakan sistem bergilir. Namun, penyesuaian berbasis tanggal genap dan ganjil mulai diterapkan saat ini guna memberikan penataan jadwal yang lebih teratur bagi pelanggan.
“Pelayanan PDAM di Kintamani untuk pendistribusian air memang dari dulu sudah bergiliran dua hari sekali. Penerapan pola genap-ganjil ini untuk memaksimalkan misalnya sebelumnya pelanggan dapat 1 jam sekarang 1,5 -2 jam,” kata Gunawan Rabu (28/10).
Dalam pelaksanaannya, PDAM Bangli membagi wilayah pelayanan Kintamani berdasarkan penanggalan kalender. Untuk tanggal genap distribusi air menyasar beberapa kawasan diantaranya Desa Kintamani, beberapa pelanggan di Desa Batur Tengah, Suter dan sekitarnya.
Sedangkan pada tanggal ganjil distribusi air menyasar pelanggan di wilayah Catur, Belantih, Selulung dan sekitarnya. Meski diatur dengan pola ganjil genap, distribusi air ke pelanggan tidak bisa seharian. Rata-rata pelanggan mendapatkan pasokan air maksimal sekitar dua jam per giliran.
Kebijakan pengaturan giliran ini dipengaruhi oleh terbatasnya produksi air bersih di kawasan Kintamani. Saat ini, PDAM Bangli mengandalkan pasokan dari sumber mata air Pebbini dengan kapasitas yang tidak sebanding dengan jumlah pelanggan, terlebih konsumsi air juga meningkat di musim kemarau. (Dayu Swasrina/balipost)










