Penyaluran bantuan air bersih oleh TNI di Desa Abang Batudinding. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Layanan Perumda Tirta Danu Arta (PDAM) di wilayah Desa Abang Batudinding, Kintamani dikeluhkan warga. Di tengah musim kemarau, pasokan air dari PDAM sangat jarang mengalir. Warga pun merasa dirugikan karena beban tagihan bulanan tetap dihitung berdasarkan pemakaian minimum 10 kubik.

Perbekel Desa Abang Batudinding, I Ketut Pasek Sentana mengungkapkan bahwa air PDAM hanya mengalir lancar saat musim hujan. Ketika kemarau tiba, pasokan air macet dan sering kali hanya mengeluarkan angin dari pipa.

“Pas musim kemarau seperti sekarang, paling cuma mengalir tiga kali dalam sebulan, itu pun durasinya hanya 30 menit sampai satu jam. Dapat airnya tidak sampai setengah kubik,” ungkapnya, Kamis (15/10).

Akibat sedikitnya pasokan air bersih dari PDAM, masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air tangki guna memenuhi kebutuhan harian. Dikatakan Ketut Pasek Sentana satu truk air tangki dibeli warga seharga Rp300.000 hingga Rp350.000. Untuk kebutuhan rumah tangga biasa, satu tangki air hanya bertahan selama dua minggu, sedangkan bagi warga yang memiliki usaha kecil, pembelian air harus dilakukan seminggu sekali.

Baca juga:  Potensi Angin Kencang di 4 Kabupaten/kota, Cek Prakiraan Cuaca Bali pada 29 Agustus 2026

Kondisi tersebut membuat warga merasa dirugikan karena beban tagihan bulanan tetap dihitung berdasarkan pemakaian minimum 10 kubik, yakni sekitar Rp70.000 hingga Rp80.000 per bulan, belum termasuk denda jika ada keterlambatan. “Jadinya rugi. Bayar tetap dihitung 10 kubik padahal air tidak dapat. Kami mohon solusinya. Kalau bisa dari PDAM, tolong tagihannya disesuaikan dengan pemakaian. Kalau cuma pakai satu kubik ya bayar satu kubik,” tegasnya.

Baca juga:  Air PDAM di Kediri Selatan Macet, Warga Kesulitan Air Bersih

Ditengah krisis air bersih saat ini, warga di Desa Abang Batudinding mendapat bantuan air bersih sebanyak 24000 liter dari TNI. Ketut Pasek Sentana mengatakan bantuan air bersih telah disalurkan di Banjar Bubung Rabu (14/10). Pihaknya mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan.

Mengingat bantuan air tangki sifatnya hanya sementara, Pemerintah Desa Abang Batudinding sangat berharap adanya pembenahan dari pihak PDAM serta langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi jangka panjang. Misalnya dengan pengangkatan air danau Batur.

Menanggapi keluhan tersebut, Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, I Wayan Gunawan, menjelaskan bahwa untuk wilayah pelayanan di kawasan Kintamani termasuk Abang Batudinding, pihaknya selama ini memang memberlakukan sistem penggiliran pasokan air.

Baca juga:  Air Danau Batur Berubah Warna, Pembudidaya Ikan Ketar-ketir

Akibat adanya lonjakan permintaan warga selama musim kemarau, saat ini terjadi penurunan pasokan air. “Musim kemarau ini kebutuhan air masyarakat meningkat drastis. Produksi kami dari Mata Air Pebini sudah maksimal, pompa beroperasi 24 jam non-stop. Namun dengan keterbatasan saat ini, memang hanya segitu yang bisa kami layani,” jelas Gunawan.

Ditanya mengenai upaya untuk mengatasi kerawanan air di kawasan Kintamani, Gunawan mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan pengembangan sumber air baru kepada pemerintah daerah yakni sumber mata air Kutalambi di wilayah Bunutin. Jika usulan pengembangan ini terealisasi, pelayanan air kepada masyarakat Kintamani diyakini bisa lebih maksimal. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN