Sepanjang tahun 2025, Dinas Damkartan Karangasem lebih banyak menangani ular masuk pekarangan rumah warga dibandingkan tugas utamanya melakukan penanganan kebakaran. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem lebih banyak menangani kasus ular masuk pekarangan rumah warga dibandingkan tugas utamanya melakukan penanganan kebakaran. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Artha Negara.

Artha Negara mengatakan, sepanjang tahun 2025, Damkartan Karangasem telah melakukan evakuasi ular sebanyak 109 kali. Sementara, untuk penanganan kebakaran seperti kebakaran rumah, dapur, toko hingga lahan kering jumlahnya hanya 86 kali.

Baca juga:  Tak Cuma Bawa Hasil Rapid Test Negatif, Wisnu Juga Wajib Aktifkan Ini Selama di Bali

“Perbandingan antara penanganan kebakaran dengan penyelamatan memang cukup jauh. Itu disebabkan karena masyarakat sangat percaya kepada Damkartan untuk melakukan berbagai penanganan yang dapat membahayakan manusia atau hewan,” ucapnya, Minggu (4/1).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan penanganan kebakaran tahun 2004 yang mencapai 157 kali, penanganan kebakaran tahun 2025 juga mengalami penurunan hampir setengahnya. Hal tersebut dikarenakan semakin masifnya petugas Damkartan melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait kebakaran sehingga kejadian bisa diminimalisir karena masyarakat sudah semakin paham.

Baca juga:  Ruang AHU Terbakar, Pimpinan DPR Sempat Dievakuasi

Sedangkan untuk penyelamatan, jumlahnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024. Untuk tahun 2024, Damkartan Karangasem hanya melakukan penyelamatan sebanyak 172 kali, sedangkan tahun 2025 secara total ada sebanyak 295 kali penyelamatan.

“Paling banyak kami melakukan penyelamatan atau evakuasi ular sebanyak 109 kali, kemudian ada evakuasi sarang tawon sebanyak 97 kali, dan yang lainnya. Termasuk pelepasan cincin dari jari serta anjing atau kucing masuk gorong-gorong,” kata Artha Negara.

Baca juga:  Dhamantra Ajukan Penangguhan Penahanan Bendesa Adat Tanjung Benoa

Dia menjelaskan, selama melakukan penanganan baik kebakaran maupun penyelamatan, pihaknya tidak pernah mendapat kendala yang berarti. Hanya saja masih kurang dalam jumlah personel. Tapi, Bupati Karangasem dikatakan akan berupaya agar personel Dinas Damkartan bisa bertambah. “Kami akan lebih berupaya lagi untuk melakukan penanganan dengan lebih cepat,” kata Artha Negara. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN