Petugas sedangkan memadamkan api di TKP, Jl. Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Diawali ledakan keras, kebarakan melanda tempat biliar di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan (Densel), Senin (9/2) pukul 16.09 WITA. Tempat usaha tersebut ludes dengan kerugian diperkirakan Rp9 miliar.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, pemilik tempat usaha tersebut, Ria Dwi Lestari (40). Dari keterangan saksi, I Ketut Hendra (40), awalnya ia bermaksud mengecek instalasi listrik di belakang tempat biliar tersebut. Sesampainya di lokasi instalasi listrik, Hendra mendengar ledakan cukup keras.

Baca juga:  Api di Puncak Gunung Batukaru Berhasil Dipadamkan, Warga dan Aparat Tetap Siaga

Selanjutnya kobaran api muncul di ruang instalasi listrik dan merambet sampai tempat biliar. “Saksi (Hendra) langsung lari ke depan sambil berteriak kebakaran. Warga mendengar teriakan itu langsung berdatangan,” ujarnya.

Hendra dibantu warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Seorang warga langsung menghubungi pemadam.

Sementara korban saat itu berada di rumah dan ditelepon oleh customer-nya dan disampaikan jika tempat usahanya terbakar. Korban langsung menuju lokasi dan setibanya di sana melihat api yang cukup besar.

Baca juga:  Rumah Kos dan Warung di Jalan SMA 3 Terbakar, Bibi dan Keponakan Terluka

Beberapa menit kemudian 11 mobil pemadam tiba di TKP. Petugas langsung memadamkan api. “Untuk sumber api, menurut saksi dari instalasi kelistrikan kemukinan diduga korslet sehingga menyebabkan ledakan dan percikan api,” tegas Iptu Adi.

Sedangkan Yohana Angela Plue (25) mengatakan awalnya ia melayani pelanggan dan tiba-tiba mendengar ledakan. Yohana lalu melihat ke plafon dan api cukup besar. Ia langsung lari ke depan, sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya.

Baca juga:  Dua Bangunan di Pedungan Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Akibat kejadian itu, bangunan, 28 meja biliar bola besar, 25 buah sofa, satu set alat dan perlengkapan DJ serta barang lainnya ludes terbakar. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN