Pihak kepolisian melakukan olah TKP kebakaran di Jalan Tukad Gangga Gang Tirta Gangga No.6 Panjer, Denpasar Selatan. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kebakaran rumah di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, No. 6 Panjer, Denpasar Selatan menewaskan satu orang, Gerson Mengidima (29).

Gerson merupakan keponakan dari pemilik rumah kontrakan, Zet Wadu (63). Ditemui di lokasi kebakaran, Zet mengaku benar-benar terpukul.

Bagaimana tidak, anaknya yang bekerja sebagai pramugari, Mia Tresetyani Wadu meninggal akibat kecelakaan pesawat pada 9 Januari 2021. Di tanggal yang sama, 5 tahun kemudian, keponakannya meninggal karena kebakaran.

Menurut Zet Wadu, sebelum kejadian, anak angkatnya, Viktor Ronaldo Leimena (45) pulang kerja sebagai ojek online (ojol). Saat Viktor duduk di tangga, tiba-tiba listrik di rumahnya mati. Sambil main game di HP, Viktor turun mengecek meteran listrik. Sudah beberapa dicoba dihidupkan tapi gagal. Selanjutnya Viktor naik ke lantai 2 tendang pintu kamar dan membangunkan korban. Saat itu, Viktor mencium bau kabel terbakar.

Baca juga:  Toko Sehati di Kumbasari Kebakaran

“Saat pintu ditendang, Saya bangun lalu cek meteran. Lampu di meteran hidup. Saya tengok ke kamar tengah, api sudah besar, menyambar selang dan kabel AC langsung meledak,” ujarnya.

Zet Wadu langsung lari keluar bersama istrinya dan ternyata sudah banyak orang di gang tersebut. Ia menduga korban terjebak saat kebakaran terjadi. “Mungkin dia injak lantai dari kayu dan langsung jebol,” ungkapnya.

Baca juga:  Antisipasi Kemarau Panjang, Badung Petakan Daerah Rawan Karhutla

Perlu diketahui, Zetu Wadu tinggal di TKP bersama istrinya, Ni Luh Sudarni, korban dan anak angkat Viktor Ronaldo. Korban merupakan pegawai gereja di Denpasar.

Sementara, informasi dari tempat kerjanya, kata Zet Wadu, korban merasa tidak enak badan sehingga pulang cepat.

Biasanya korban tidur paling cepat pukul 01.00 WITA. Tumben saat kejadian tidur lebih awal.

Sementara Viktor menyampaikan sempat melihat korban main HP. “Kejadiannya sangat cepat. Apalagi lantai 2 isi karpet. Kemungkinan saat kebakaran ia (korban) mau keluar kamar tapi langsung jatuh. Karena posisi jatuhnya dekat pintu. Coba dia lompat lewat jendela turun di atas dapur pasti aman,” ungkapnya.

Baca juga:  Kades Mesti Berinovasi untuk Sejahterakan Masyarakat

Zet Wadu tidak mau jasad korban diautopsi, tapi pemeriksaan luar saja. Korban lahir di Jawa lalu dijemput dan diajak tinggal di TKP.

Korban disekolahkan sejak sekolah dasar sampai tamat. “Namanya anak seperti biasanya masak air, ngepel lalu kerja. Saat libur Natal dan tahun baru bersih-bersih rumah. Ini musibah pas waktunya sama dengan anak saya (Mia Tresetyani Wadu,red). Pas tanggal 9 Januari juga. Sakit betul,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN