
BANGLI, BALIPOST.com – Meski Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta telah memberi lampu hijau, penempatan armada pemadam kebakaran di Kintamani belum bisa direalisasikan. Keterbatasan jumlah personel menjadi kendala Bidang Damkar BPBD Bangli membagi kekuatan ke wilayah kintamani.
Kepala Bidang Damkar Bangli, Cokorda Lanang Mahendra, mengakui bahwa penempatan Damkar di Kintamani sangat diperlukan. Namun untuk menyiagakan damkar di Kintamani pihaknya terkendala SDM. “Kalau armada damkar tidak masalah yang ada sekarang dibagi. Kami ada tiga armada damkar dan satu mobil tangki penyuplai. Satu damkar bisa standby di kintamani,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa sesuai standar, satu mobil pemadam membutuhkan minimal 5 hingga 6 personel. Jika satu armada disiagakan penuh 24 jam di Kintamani, maka dibutuhkan sedikitnya 24 personel yang terbagi ke dalam empat sif (pagi, siang, malam, dan libur).
Saat ini, kondisi personel Damkar Bangli tergolong terbatas. Petugas dibagi menjadi empat regu dengan kekuatan 9 hingga 10 orang per regu. Apabila terjadi kebakaran berskala besar, regu yang mendapat jadwal libur akan ditarik kembali ke lapangan.
“Kalau personel yang ada sekarang dibagi lagi untuk Kintamani, kekuatan di pos induk jelas kurang. Jadi alangkah baiknya menempatkan petugas baru, tidak membagi petugas yang ada karena jumlahnya sudah sangat terbatas,” tegasnya.
Menurutnya, jika daerah akan merekrut petugas damkar untuk ditempatkan di Kintamani idealnya memprioritaskan warga lokal Kintamani. Selain memangkas waktu tempuh, warga setempat dinilai lebih menguasai medan wilayah penanganan darurat. Pihaknya menyatakan siap memberikan pelatihan teknis bagi personel baru tersebut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyetujui desakan sejumlah pihak terkait penempatan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Kintamani. Mengingat tingginya potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau panjang, Sedana Arta menilai keberadaan pos dan armada damkar di Kintamani memang sangat diperlukan.
Sedana Arta mengatakan bahwa wacana penempatan damkar di Kintamani sejatinya sudah bergulir sejak beberapa tahun terakhir. Pihaknya mendukung penuh langkah tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait. “Wacana seperti itu sudah dari beberapa tahun terakhir dan memang sangat diperlukan sekali. Tentu kami setuju dengan hal itu. Mudah-mudahan Damkar bisa menindaklanjuti,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Untuk merealisasikannya, Sedana Arta mengatakan dirinya akan segera memanggil pihak Damkar guna mengecek kesiapan staf serta kondisi armada yang layak pakai. Mengenai lokasi penempatan armada, Sedana Arta menjelaskan bahwa tidak ada kendala terkait lahan. Menurutnya ada beberapa lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk penempatan armada damkar antara lain di area Kantor Camat Kintamani, Pasar Seni Geopark, atau area Dermaga Kedisan. (Dayu Swasrina/balipost)










