I Dewa Gede Ratno Suparso. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli memilih realistis dalam memperluas cakupan layanan. Pada 2026, perusahaan daerah tersebut hanya menargetkan penambahan 700 Sambungan Rumah (SR) baru di empat kecamatan.

Langkah membatasi target perluasan sambungan baru itu diambil guna menyesuaikan ketersediaan produksi air dengan kemampuan anggaran operasional perusahaan. Dengan mematok angka 700 SR, PDAM Bangli tidak perlu mencari sumber air baru atau menambah kapasitas produksi.

Baca juga:  Kembali Diterapkan Pemprov Bali, Begini Tata Cara Peroleh Pemutihan PKB dan BBNKB

Menurut Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi perluasan jaringan harus sejalan dengan peningkatan produksi air. Sementara saat ini perusahaan masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Untuk meningkatkan produksi tentu butuh investasi besar,” kata direktur yang akrab disapa Dewa Rono itu Jumat (15/5).

Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) PDAM Bangli, Ida Bagus Prenawa. Ia mengungkapkan bahwa peningkatan produksi air memang membutuhkan biaya yang sangat besar.

Baca juga:  Dua Terdakwa Kasus 1,9 Kilogram Ganja Dituntut Berbeda

Sebagai contoh, rencana optimalisasi sumber mata air di Desa Lembean, Kecamatan Kintamani, diperkirakan memerlukan anggaran hingga Rp200 miliar. Untuk mengatasi kendala anggaran tersebut, pihak perumda kini telah mengusulkan bantuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Sementara itu kebijakan menahan diri dalam melakukan perluasan layanan menjadi tantangan tersendiri bagi perumda. Pasalnya, cakupan layanan air bersih di wilayah Bangli saat ini tercatat baru menyentuh angka 31 persen dari total penduduk Bangli.

Baca juga:  Tak Manfaatkan Posko, Korban Pilih Mengungsi di Rumah Kerabat atau Dekat Rumah

Saat ini jumlah pelanggan yang terdaftar secara administratif di PDAM Bangli baru mencapai 24.611 sambungan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN