
GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar terus memacu pencapaian target vaksinasi rabies guna memutus rantai penularan pada Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya populasi anjing di wilayah tersebut. Dari total sasaran sebanyak 79.915 ekor HPR, cakupan vaksinasi di Kabupaten Gianyar telah menunjukkan progres signifikan.
Plt. Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Drh. I Made Dwi Temaja, seizin Plt. Kadistan Gianyar Wayan Suarta, Jumat (25/9) mengungkapkan bahwa hingga bulan Agustus cakupan vaksinasi rabies telah menembus angka 93,51 persen.
Meski capaian tersebut sudah sangat tinggi, Dwi menegaskan dalam penanganan rabies, angka 100 persen sulit untuk dipatok secara mutlak. Hal ini disebabkan oleh dinamika keberadaan anjing liar maupun anjing yang sengaja diliarkan oleh pemiliknya sehingga belum terjangkau petugas.
“Untuk rabies kita tidak berani bilang 100 persen, karena masih ada anjing liar dan anjing yang sengaja diliarkan yang belum bisa divaksin,” ujarnya.
Guna mengantisipasi potensi penularan dari sisa populasi yang belum terjangkau, Dinas Pertanian Gianyar telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi lanjutan setelah program vaksinasi utama rampung, di antaranya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Mengencarkan sosialisasi dan pemahaman pencegahan rabies sejak dini yang menyasar sekolah-sekolah dasar.
Kontrol populasi HPR, mengendalikan laju perkembangbiakan anjing melalui program sterilisasi dan kastrasi.
Dwi menambahkan program vaksinasi serentak yang menyasar seluruh hewan peliharaan masyarakat dijadwalkan akan kembali digelar secara masif pada tahun 2027. Sebagaimana pola pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan vaksinasi serentak ini akan dimulai pada Februari dengan dukungan pembiayaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (Wirnaya/balipost)










