Distan Gianyar menggelar kegiatan KIE, vaksinasi dan sterilisasi bertempat di Balai Banjar Pagutan Kelod, Desa Batubulan. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pencegahan rabies tidak cukup berhenti di tingkat kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan nyata hingga ke tingkat banjar. Semangat ini mengemuka dalam peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 yang digelar di Balai Banjar Pagutan Kelod, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Rabu (23/9).

Kegiatan aksi nyata ini berhasil memberikan 153 layanan kesehatan hewan lokal (anjing dan kucing). Hasil tersebut mencakup penyuntikan vaksinasi rabies kepada 95 ekor hewan (87 anjing dan 8 kucing) serta tindakan sterilisasi untuk 58 ekor hewan (53 anjing dan 5 kucing).

Baca juga:  Begini Dampak Dukungan Masyarakat Melalui 3M

Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, Kamis (24/9) menyampaikan bahwa pelayanan yang langsung menjangkau masyarakat menjadi kunci utama efektivitas pencegahan rabies. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena pelayanan kesehatan hewan dan edukasi dapat langsung bertemu dengan masyaraka,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar pencegahan rabies harus dilakukan bersama dan berkelanjutan. Vaksinasi, pengawasan hewan, kepemilikan hewan yang bertanggung jawab, dan pelaporan cepat apabila terjadi gigitan harus menjadi perhatian bersama.

Baca juga:  WNA Terekam CCTV, Diduga Curi Uang Sesari di Pura Goa Gajah

Sementara itu, Perbekel Desa Batubulan, Dewa Gede Sumertha mengapresiasi penanganan langsung di wilayahnya dan mengingatkan warga agar tidak menganggap kesehatan hewan sebagai urusan pribadi semata. “Masyarakat mendapatkan pelayanan sekaligus pengetahuan tentang bagaimana memelihara anjing dan kucing dengan benar. Mari bersama-sama menjaga hewan peliharaan. Kalau ada kejadian gigitan atau hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” imbau Sumertha.

Baca juga:  Masih Tahap Penyusunan Jadwal, Pemeriksaan Hewan Kurban Akan Dimulai Pertengahan Mei Nanti

Selain aksi medis, agenda WRD 2026 ini diisi dengan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait tata cara penanganan gigitan serta pentingnya pengawasan hewan peliharaan. Kolaborasi lintas unsur dari pemerintah, organisasi profesi, praktisi veteriner, hingga tingkat desa di Pagutan Kelod ini diharapkan menjadi pendorong konsisten menuju target Bali Bebas Rabies 2030. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN