
DENPASAR, BALIPOST.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar melakukan peninjauan ke SD Negeri 14 Pemecutan dan SD Negeri 15 Pemecutan, Senin (27/7). Dalam kunjungan tersebut, beberapa hal menjadi catatan yang ditekankan kepada sekolah dan instansi terkait.
Di SDN 14 Pemecutan, dewan meninjau pembangunan yang tengah berlangsung. Sementara, di SDN 15 Pemecutan, dewan mengecek kondisi sekolah yang rencananya melaksanakan pembangunan pada tahun depan.
Ketua Komisi IV DPRD Denpasar, I Wayan Duaja mengatakan, pembangunan di SD Negeri 14 Pemecutan meliputi ruang kelas baru (RKB) secara menyeluruh. Jika pembangunan telah rampung maka diperlukan upacara melaspas.
Terkait upacara melaspas, pihaknya menginginkan biayanya tidak dibebankan ke orang tua siswa. “Kami harapkan agar orang tua murid tidak diberatkan lagi untuk upacara itu,” katanya.
Secara umum, pembangunan di sekolah tersebut sudah sesuai progres. Meski demikian, pihaknya menekankan agar pembangunan bisa selesai tepat waktu yakni seminggu sebelum tanggal rampung yang ditargetkan.
Disamping itu, pihaknya menekankan agar rekanan tidak mengurangi struktur bahan yang digunakan dalam pembangunan. Terlebih sekolah akan ditempati anak-anak dan berada di lingkungan penduduk tradisional. “Kami harapkan tidak ada mengurang-ngurangi nanti. Baik itu struktur dan bahan yang digunakan, harus sesuai dengan gambar,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan SD, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Suryawan mengatakan, pembangunan di SD Negeri 14 Pemecutan merupakan pembangunan RKB sebanyak 18 ruangan. Progres pembangunan mencapai 27,68 persen per 27 Juli 2026 atau minggu ke-9 pembangunan. Angka tersebut mengalami deviasi (maju) 0,425 persen dari yang ditargetkan. Pembangunan RKB SD Negeri 14 Pemecutan dianggarkan Rp9,8 miliar.
Di sisi lain, untuk SD Negeri 15 Pemecutan, akan dilakukan perbaikan tembok panyengker serta biopori. Pembangunan di SD Negeri 15 ini akan dianggarkan pada APBD 2027. (Widiastuti/balipost)










