
DENPASAR, BALIPOST.com – Keberhasilan Bali menyelenggarakan Pemilu Serentak 2024 tanpa sengketa hasil yang teregistrasi di Mahkamah Konstitusi (MK) menarik perhatian penyelenggara pemilu dari India. Capaian tersebut menjadi salah satu alasan kunjungan Delegasi Election Commission of India (ECI) Negara Bagian Assam dan India International Institute of Democracy and Election Management (IIIDEM) ke KPU Provinsi Bali, Jumat (5/6).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pertukaran pengetahuan dan pengalaman kepemiluan antara Indonesia dan India dalam memperkuat kualitas demokrasi di kedua negara.
Anggota KPU RI, Idham Holik, menyampaikan bahwa Bali merupakan salah satu daerah dengan kinerja penyelenggaraan pemilu yang membanggakan. Selain tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi, Bali juga berhasil menyelesaikan seluruh tahapan Pemilu 2024 tanpa adanya sengketa hasil pemilu yang masuk dan teregistrasi di Mahkamah Konstitusi.
Menurut Idham, capaian tersebut tidak hadir secara instan, melainkan hasil dari kolaborasi kuat antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, aparat keamanan, partai politik, media massa, dan masyarakat.
“Keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan yang bersama-sama menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, memaparkan berbagai inovasi yang diterapkan selama Pemilu dan Pilkada 2024. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemilu di Bali tidak hanya berorientasi pada kepatuhan regulasi, tetapi juga memanfaatkan kekuatan budaya lokal sebagai instrumen penguatan partisipasi masyarakat.
KPU Bali memperkenalkan sejumlah praktik baik, mulai dari pemanfaatan desa adat dan kulkul sebagai media sosialisasi kepemiluan, pelaksanaan program Green Election, hingga penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam membangun demokrasi yang harmonis dan inklusif.
Selain itu, berbagai strategi pelayanan pemilih juga dipaparkan, termasuk peningkatan akses bagi kelompok rentan, pemanfaatan teknologi informasi, serta pendekatan untuk menjangkau wilayah dengan tantangan geografis tertentu.
Kepala Delegasi ECI dan IIIDEM, Shri Anurag Goel, mengapresiasi capaian yang diraih Bali. Ia menilai sejumlah pendekatan yang diterapkan KPU Bali menunjukkan bahwa keberhasilan pemilu tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan publik melalui partisipasi masyarakat dan pendekatan budaya.
Dalam kesempatan itu, Anurag Goel juga memaparkan pengalaman India dalam menggunakan Electronic Voting Machine (EVM) dan Voter Verifiable Paper Audit Trail (VVPAT) untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pemilu di negara dengan jumlah pemilih terbesar di dunia.
Melalui kunjungan tersebut, Bali tidak hanya menjadi lokasi studi lapangan bagi delegasi India, tetapi juga tampil sebagai salah satu contoh praktik demokrasi yang dinilai berhasil menggabungkan profesionalisme penyelenggaraan pemilu dengan kekuatan kearifan lokal. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pembelajaran bersama antara Indonesia dan India dalam menghadirkan pemilu yang semakin kredibel, inklusif, dan dipercaya masyarakat. (Ketut Winata/balipost)










