
DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam upaya menggenjot masyarakat melakukan aktivasi akun Coretax, mahasiswa dilibatkan untuk membantu. Salah satunya dilakukan Universitas Hindu Indonesia (UNHI).
Mahasiswa turun langsung membantu masyarakat dalam urusan perpajakan lewat aksi pengabdian bertajuk aktivasi akun Coretax, Jumat (27/3). Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi ini merupakan upaya praktik langsung menghadapi sistem baru pelaporan pajak berbasis digital.
Rektor UNHI, Cokorda Gde Bayu Putra, menilai langkah ini sebagai bentuk sinergi konkret antara dunia pendidikan, pemerintah, dan asosiasi profesi. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman riil agar mampu menjawab tantangan transformasi digital di sektor perpajakan.
Hal senada disampaikan Dekan FEBP UNHI, Ida Ayu Putu Widani Sugianingrat. Ia menekankan pentingnya pemahaman sistem administrasi pajak yang kini semakin terintegrasi melalui Coretax.
Ia berharap Prodi Akuntansi Unhi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pelaporan pajak lewat penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Prodi Akuntansi Unhi, DJP Bali, dan IKPI Bali.
Koordinator Prodi Akuntansi, I Made Endra Lesmana Putra, menyebut program ini akan berlanjut secara berkala, terutama saat musim pelaporan pajak.
Mahasiswa yang tergabung dalam relawan pajak UNHI (Renjani) ambil peran sebagai pendamping. Mereka membantu sesama mahasiswa, dosen hingga masyarakat umum mengaktifkan akun Coretax dan memahami alur pelaporan SPT terbaru.
Model “jemput bola” ini dinilai efektif menjawab kendala teknis yang kerap dihadapi wajib pajak saat beralih ke sistem digital. Dengan kombinasi edukasi dan pendampingan langsung, UNHI mencoba menjembatani kesenjangan literasi sekaligus memperkuat budaya sadar pajak di lingkungan kampus dan masyarakat luas. (Ketut Winata/balipost)









