
DENPASAR, BALIPOST.com – Gerakan mentraktir kopi saat perayaan Tumpek Krulut memasuki kali kedua dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Antrean masyarakat yang antusias memperoleh kopi gratis dari Gubernur Koster ini pun sudah tampak sejak pagi hari di dua lokasi, Jenar Kaliasem dan Tan-panama Veteran.
Kegiatan traktir kopi ini pun diapresiasi pelaku usaha kopi. Manager Operasional Tan-Panama Coffee, Wahyu Febri, menyebut kegiatan tersebut sangat membantu sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat, khususnya masyarakat lokal Bali.
“Kalau ditanya membantu atau tidak, tentu sangat membantu. Apalagi ini untuk masyarakat lokal Bali. Banyak yang mungkin sebelumnya belum mengenal Tan-Panama Coffee, akhirnya bisa datang dan mencoba,” ujar Wahyu Febri ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, pada momentum tersebut, minuman kopi yang dipesan masyarakat Bali digratiskan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Koster.
“Untuk jumlah cup, memang hari ini diberikan oleh Pak Gubernur. Untuk masyarakat Bali, bisa dibilang digratiskan semuanya dan berlangsung seharian,” jelasnya.
Terkait jumlah kopi yang disediakan, Wahyu menyebut estimasinya berkisar antara 1.000 hingga 2.500 cup, menyesuaikan dengan tingkat kunjungan dan antusiasme pengunjung.
“Kalau estimasi totalnya, kurang lebih di kisaran 1.000 sampai 2.500 cup. Sampai jam segini kami belum cek update terakhir, tapi perkiraan sudah sekitar setengahnya habis,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, tingginya animo masyarakat terlihat dari antrean panjang sejak pagi hari. Banyak pengunjung datang khusus untuk menikmati kopi sekaligus berinteraksi langsung dengan Gubernur Bali. “Antusiasnya sangat tinggi sekali. Dari pagi sampai sekarang terus ramai,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang interaksi positif antara pemerintah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat, sekaligus menghidupkan nilai kebersamaan dan kasih sayang yang menjadi makna utama Rahina Tumpek Krulut.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Gubernur Koster berharap nilai-nilai luhur budaya Bali tidak hanya dipahami dalam konteks ritual, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sosial, khususnya di kalangan generasi muda. (Ketut Winata/balipost)








