
DENPASAR, BALIPOST.com – Ribuan masyarakat Bali yang didominasi generasi muda memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu (3/1) malam, untuk merayakan Rahina Tumpek Krulut.
Perayaan yang dikenal sebagai Hari Kasih Sayang versi dresta Bali ini berlangsung penuh suka cita dan ketulusan, dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama istri, Ny. Putri Suastini Koster.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal acara. Deretan tribun penonton dipenuhi wajah-wajah bahagia dari berbagai lintas generasi yang tidak hanya larut menikmati pertunjukan seni, namun juga menyatu dalam makna Tumpek Krulut sebagai hari untuk menumbuhkan kasih sayang, cinta, dan penghormatan antarsesama.
Gubernur Koster dalam sambutannya menyapa seluruh hadirin dan mengajak masyarakat untuk memaknai Tumpek Krulut sebagai warisan adiluhung leluhur Bali. “Selamat merayakan Rahina Tumpek Krulut. Ini adalah Hari Raya Kasih Sayang dresta Bali sesuai kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur kita. Kita diberi pengetahuan untuk saling menyayangi, saling mengasihi, dan saling menghormati,” ujar Gubernur Koster.
Ia menegaskan bahwa sebagai krama Bali yang taat menjalankan ajaran adiluhung leluhur, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut agar Bali tetap ajeg dengan karakter dan identitas budayanya yang unik dan unggul.
“Kita sebagai generasi Bali memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan ini agar Bali tetap eksis, survive, berdaya saing, dan berkualitas di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ny. Putri Suastini Koster juga menyampaikan ucapan selamat Tumpek Krulut kepada seluruh masyarakat Bali. Ia mengajak generasi muda untuk menumbuhkan rasa kasih sayang sebagai kekuatan bersama dalam membangun Bali.
“Mari kita tumbuhkan rasa kasih sayang kita, supaya kita semua sebagai anak Bali saling mengasihi, saling mencintai, dan saling menyayangi. Semua itu akan memunculkan tenaga dan power kita untuk membangun Bali sareng sami,” tuturnya.
Perayaan Tumpek Krulut semakin semarak dengan penampilan sejumlah seniman dan musisi Bali. Diantaranya, Agus Veron, Yong Sagita, Bayu KW, Putri Bulan, Jun Bintang feat. Lebri Partami, Lolot Band, dan ditutup penampilan Bagus Wirata.
Mereka membawakan karya-karya bernuansa kasih sayang, kebersamaan, dan kearifan lokal Bali, yang semakin memperkuat makna Tumpek Krulut sebagai rahina tresna asih bagi seluruh krama Bali. (Ketut Winata/balipost)










