Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melakukan pengecekan ke tempat persinggahan sementara PMI asal Gianyar. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, telah menyiapkan hotel berbintang di seputaran Ubud, yang diperuntukkan menampung kepulangan tenaga kerja (naker) migran. Langkah ini diambil mengingat masih besar kemungkinan pekerja migran Indonesia (PMI) terkontaminasi COVID-19.

Apalagi, pasien positif COVID-19 asal Gianyar dominan merupakan PMI. Baru dibuka tempat persinggahan itu sudah diisi 29 PMI.

Bupati Mahayastra mengatakan usai rapat dengan Gubernur Bali beberapa waktu lalu, diketahui akan ada ribuan PMI yang pulang ke Bali, khususnya Gianyar. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan Pemda Gianyar pun menyiapkan tempat persinggahan untuk seluruh PMI tersebut. “Mengantisipasi itu, sebelumnya kita sudah memiliki tempat di Bedulu yang hanya 12 kamar untuk karantina. Sekarang kita menyiapkan diri jangan sampai mereka yang sebelumnya berada di tempat bagus, begitu datang ke Gianyar malah merasa terabaikan, maka itu kita siapkan dengan baik, itu warga Gianyar,” katanya usai melakukan pengecekan ke hotel yang merupakan lokasi karantina.

Akhirnya pihaknya pun sudah memastikan untuk bekerjasama dengan hotel yang ada di Jalan Raya Pengosoken Ubud itu. “Saya gerilya mencari hotel yang layak hingga ketemu hotel bintang tiga rasa bintang empat, yang sudah bisa dilihat kamarnya nyaman mereka dapat breakfast,” katanya.

Bupati Mahayastra mengatakan dari 60 kamar yang sudah disediakan, pada Rabu sudah diisi oleh 29 PMI yang baru datang. Puluhan PMI ini merupakan warga Gianyar dari tujuh kecamatan.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan lingkungan setempat dan menyetujui hotel tersebut menjadi tempat persinggahan sementara PMI. “Lingkungan sudah kita komunikasi dan mereka mengerti, inilah kita bergotong royong bahu membahu melawan Corona tidak bisa selamatkan diri sendiri,” katanya.

Baca juga:  Hotel Dijadikan Lokasi Karantina Naker Migran Karangasem, Muncul Penolakan dari Warga

Kini pihaknya kembali melakukan penyisiran, hotel yang bisa diajak kerjasama untuk menampung sementara PMI asal Gianyar. Sementara terkait biaya sewa hotel, dikatakan seluruhnya akan diambil pada anggaran COVID-19 yang sudah disiapkan dari APBD. “Semua dari APBD murni,” katanya.

Ditegaskan Kabupaten Gianyar menampung PMI yang sudah menjalani rapid test dan hasilnya negatif. “PMI yang pulang dari rapid hasilnya positif, itu akan langsung diisolasi oleh bapak gubernur dan tempat rujukan nya adalah RS Sanglah dan RS Udayana, nah bila negatif itu tanggung jawab kabupaten kota dan seluruh bupati walikota sudah sepakat mengambil tanggungjawab itu, kalau disini juga kita rutin cek sebelum pulang nanti akan dicek rapid dan swab,” katanya.

Sementara itu General Manager Maxone Hotel, Herna Lee mengatakan pihaknya memiliki 66 kamar di Maxone hotel, nah 60 kamar disiapkan untuk PMI, dan 2 kamar untuk tenaga kesehatan. Sementara terkait nilai sewa kamar, ia belum mau mengungkapkan. “Nilainya saya belum tahu nanti berapa, hanya memang sudah kami pertimbangkan, toh juga sudah ada beberapa petugas kanan dan kesehatan yang berjaga,” katanya.

Sementara itu Ketua Satgas Covid 19 Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan Pemda Gianyar memang telah bergerak cepat mempersiapkan tempat karantina atau rumah singgah untuk PMI. “Ya kita sudah mempersiapkan tempat karantina baru lagi,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.