Gojek menggelar Kirab Merajut Nusantara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pergantian logo merupakan momentum bagi Gojek untuk mengokohkan diri sebagai Karya Anak Bangsa yang mampu menjadi platform teknologi ​on-demand ​terdepan di Asia Tenggara. Melalui semangat kebaruan, Gojek membawa pesan kebersamaan untuk perubahan positif bagi bangsa dengan melaksanakan kirab secara nasional dalam kegiatan bertajuk Merajut Nusantara.

Menurut Alvita Chen selaku Senior Manager Corporate Affairs Gojek, kirab Merajut Nusantara ini diselenggarakan mulai dari titik paling timur dan paling barat Indonesia, yaitu kota Sabang dan Merauke. Yang kemudian akan dibawa menyusuri kota-kota di Indonesia dan berakhir di Jakarta, tepat pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. “Semangat baru dan pesan kebersamaan sengaja kami gaungkan dalam momentum pergantian logo ini. Sebagai Karya Anak Bangsa, Gojek ingin terus berkembang bersama aset bangsa lainnya dan berkiprah di level internasional tanpa harus melupakan identitas Merah Putih tempat di mana Gojek berasal,” pungkasnya, Rabu (14/8).

Pergantian logo Gojek yang diumumkan pada Juli lalu merupakan tonggak sejarah yang menandai evolusi Gojek. Dari layanan ride-hailing, menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang menggerakkan orang, barang, dan uang.

Dalam periode Juni 2016 hingga Juni 2019 jumlah transaksi yang diproses dalam platform Gojek melesat hingga 1.100%, atau 12 kali lipat. Gojek yang dimulai dengan 20 mitra pengemudi, kini telah bermitra dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, 400 ribu mitra merchant dan 60 ribu penyedia jasa di Asia Tenggara. “Pencapaian Gojek merupakan bukti kepercayaan mitra, konsumen, partner bisnis, dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan,” ujarnya.

Baca juga:  Nikkei Asia Prize 2019 Diberikan ke CEO Gojek

Leo Wibisono Arifin selaku District Head of Bali & Nusa Tenggara mengungkapkan, salah satu inspirasi terbesar dari evolusi logo baru Gojek adalah mitra-mitra driver yang sejak awal menjadi penggerak bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Mereka berani berkembang, menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, sehingga bisa diandalkan oleh semua lapisan masyarakat kapan pun, di mana pun untuk kemudian naik kelas bersama ekosistem Gojek.

I Wayan Sunarja selaku mitra driver Gojek Denpasar turut berbagi pengalamannya. Sebelum menjadi mitra driver Gojek, ia merupakan teknisi sepeda motor yang berambisi untuk membuka bengkel, namun terhalang kendala modal. “Semenjak saya bergabung dengan Gojek, saya jadi bisa nabung untuk modal buka bengkel. Selain karena penghasilan bertambah tiga kali lipat, Gojek juga membantu menekan biaya operasional sehari-hari melalui program Gojek SWADAYA,” ujarnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.