BANGLI, BALIPOST.com – Banyaknya sampah pasar yang menumpuk persis di jaba Pura Penataran Er Malet di Banjar Pule, Kelurahan Kawan, Bangli sejak lebih dari seminggu terakhir, membuat pihak pengempon pura setempat geram. Bahkan saking kesalnya salah seorang warga pengempon melakukan aksi protes dengan menyerakan tumpukan sampah ke jalanan.

Pantauan di lokasi Jumat (9/8) siang, sampah tampak menggunung di jaba Pura Penataran Er Malet. Tingginya tumpukan sampah berupa plastik dan sisa sayuran itu membuat areal depan pura menjadi kumuh.

Salah seorang warga pengempon, Made Darma yang ditemui di lokasi tampak sangat geram karena areal jaba Pura yang diemponnya sangat kumuh dan menjadi tempat pembuangan sampah pasar. Ia mengatakan tumpukan sampah di jaba Pura Penataran Er Malet sudah ada sejak Kamis sebelum hari raya Kuningan.

Namun sampai sekarang tak kunjung diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Untuk apa saya harus melapor ke DLH lagi. Ini kan memang jadi tugasnya DLH membersihkan sampah di sini (di belakang Pasar Kidul),” jelasnya.

Darma mengaku heran dengan kinerja DLH Bangli yang membiarkan tumpukan sampah hingga semingguan lebih. Apalagi sampah yang dibiarkan menumpuk itu lokasinya berada persis di depan Pura.

Tak hanya kumuh, tumpukan sampah itu juga menimbulkan bau. Pria yang tinggal di Banjar Pule ini mengaku selama ini dirinya sudah berusaha mematuhi ketentuan DLH untuk membuang sampah rumah tangga di bak penampungan sampah yang disediakan pemerintah di depan Pasar Kidul. “Saya minta pemerintah memperhatikan soal sampah di sini. Jangan cuma sibuk urusin jadi Bupati saja,” katanya.

Baca juga:  Empat Kecamatan di Bangli Rentan Kebakaran

Warga pengempon lainnya, Made Dibia, juga mengatakan sampah yang menumpuk di depan Pura Penataran Er Malet tak kunjung diangkut sejak seminggu lebih. Hal itu diakuinya membuat kondisi depan Pura menjadi kumuh.

Ia meminta instansi terkait segera membersihkannya dan menempatkan satu buah tong sampah di dekat lokasi.

Dikonfirmasi terkait adanya protes warga tersebut, Kepala DLH Kabupaten Bangli Ida Ayu Yudi Sutha mengaku segera menindaklanjutinya. “Petugas lainnya yang ada di pasar sudah saya perintahkan melaksanakan gotong royong di lokasi tersebut. Saya sudah perintahkan kabid Limbah untuk mengawasi di sana,” jelasnya.

Yudi Sutha beralasan pihaknya belakangan ini belum bisa membersihkan sampah di areal timur Pasar Kidul tersebut lantaran petugas yang selama ini ditugaskan di sana sedang sakit dan menjalani operasi di sebuah rumah sakit. Mengenai adanya permintaan warga setempat agar DLH menempatkan tong sampah di dekat lokasi, pihaknya akan menyanggupinya. “Nggih akan disiapkan. Yang terpenting hanya warga di sana saja yang memanfaatkan. Karena berdasarkan pengalaman di lapangan, setelah ditaruhkan tong sampah akan meluber jadi TPA. Dari tong sampah 1 kubik menjadi 5 kubik bahkan lebih,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.