I Gede Dipa Adnyana mengalami gangguan saluran empedu dan memerlukan miliaran rupiah untuk pengobatannya. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Nasib malang dialami bayi berusia 8 bulan, I Gede Dipa Adnyana. Balita asal Dusun Singar, Desa Nongan, Rendang, Karangasem tersebut didiagnosis menderita gangguan saluran empedu yang merusak sel hati.

Orangtua Adnyana, I Gede Putu Wirawan didampingi istri Ni Ketut Sudiani, Selasa (16/7) menuturkan, perut anaknya semakin membesar ketika menginjak usia tiga bulan. Kata dia, gejala awalnya kulit anaknya kekuning-kuningan. Selanjutnya perut terus membesar dan keras. “Kalau siang perut anak saya lembek. Kalau malam hari agak keras,” ucapnya.

Wirawan mengatakan, pihaknya sudah sempat membawa anaknya ke RSUP Sanglah Denpasar untuk berobat. Kata dia, dokter meminta dirinya menyiapkan biaya sebesar Rp 2 miliar untuk pengobatan anaknya.

Dana sebesar itu, lanjutnya, untuk tindakan transplantasi hati dan membuat saluran empedu baru. “Saya dimnita menyiapkan uang sebesar itu oleh dokter,” ujarnya.

Baca juga:  Lebaran, RSUP Sanglah Libur 3 Hari

Menurut Wirawan, dirinya belum bisa menyiapkan uang sebesar itu. Dirinya sempat berharap bisa ditanggung JKN-KIS. Tapi, JKN-KIS tidak bisa menanggung semua pengobatan itu. Pasalnya, JKN-KIS dikatakan hanya bisa menanggung sebesar Rp 800 juta. “Itu baru dokter yang bilang seperti itu. Saya belum sempat berkonsultasi dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Anaknya, jelas Wirawan, sempat menjalani perawatan sepekan di RSUP Sanglah. Namun pada 29 Juni 2019 diajak pulang. Saat ini, anaknya hanya menjalani rawat jalan mencari obat di RSUD Klungkung.

Wirawan pun mengaku sempat mengajak anaknya berobat ke balian (orang pintar) agar anaknya bisa sembuh. Tapi balian bilang sakit yang diderita anaknya murni medis dan bukan nonmedis. “Saya ajak anak saya berobat ke enam balian di sejumlah kabupaten. Dan semuanya bilang tidak ada penyakit nonmedis,” paparnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.