Kasubag Humas RSUP Sanglah Dewa Kresna. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Berita terkait dua jenazah COVID-19 yang tertukar di Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar mendapat tanggapan dari pihak RSUP Sanglah. Sebab, diduga tertukarnya jenazah berawal dari RSUP Sanglah.

Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Kresna, Jumat (13/8), mengatakan pihaknya sangat menyesalkan kejadian tertukarnya dua jenazah dengan nama dan jenis kelamin yang sama itu. Ia juga menyatakan turut berempati kepada keluarga kedua mendiang atas peristiwa ini.

Baca juga:  Korban Tabrak Lari, Kaur Desa Banjarangkan Tewas

Dijelaskannya, dalam masa pandemi ini ada beberapa keterbatasan dalam pelayanan jenazah di RS. Di antaranya pasien yang sudah terbungkus dalam peti saat pemulangan tidak dapat dilihat wajahnya dan gelang identitas yang ada di kaki jenazah.

“Identifikasi sebenarnya sudah dilakukan berdasarkan label jenazah yang ditempel di atas peti yang berisi nama, umur, jenis kelamin, dan alamat. Terkait insiden ini telah diselesaikan musyawarah mufakat yang didasari asas kekeluargaan dengan para pihak (kedua pihak keluarga pasien, bendesa adat, Babinsa babinkamtipmas). Untuk menyelesaikan kekeliruan ini disepakati kedua pasien akhirnya dipulangkan dan dilakukan upacara sesuai adat setempat,” paparnya.

Baca juga:  Satu WNA PDP COVID-19 dari Karangasem Dirujuk ke Sanglah

Dikatakannya, untuk antisipasi agar hal serupa tidak terjadi di masa mendatang, akan ditambahkan beberapa identifikasi tambahan untuk memastikan kecermatan dan ketepatan dalam pemulangan jenazah. Yaitu memasang foto pasien, foto KTP pasien, dan mencantumkan NIK pada peti jenasah.

Sebelumnya, kedua jenazah atas nama Ni Gusti Made Rai ternyata tertukar. Jenazah atas nama Ni Gusti Made Rai (65) asal Banjar Tengkulak Kaja akan dikremasi sedangkan Ni Gusti Made Rai (82) asal Banjar Tengkulak Kaja Kangin langsung dikubur.

Baca juga:  Belasan Kasus COVID-19 Baru Dilaporkan Denpasar, Kelurahan Ini Sumbang Warga Terbanyak

Diduga jenazah yang semestinya dikremasi justru dikirim dari Forensik RSUP Sanglah ke Setra Dalem Tengkulak Kaja untuk dikubur. Pihak keluarga pun tidak bisa mengonfirmasi wajah mendiang saat ada dalam peti mati karena meninggal akibat COVID-19. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *