Musim liburan menyebabkan Jalan Raya Uluwatu makin krodit. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kondisi lalulintas di jalan raya Uluwatu, Jimbaran menuju arah ke Ungasan dan Pecatu, hampir setiap hari krodit. Apalagi saat ini mulai musim liburan, banyak bus besar melewati jalur tersebut.

Tentu hal ini semakin memperparah keadaan, mengingat di sejumlah titik, saat ini sedang dikerjakan proyek pengeboran untuk pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV. Camat Kuta Selatan, I Made Widiana saat dikonfirmasi, Rabu (24/4) mengatakan, saat ini memang sedang dikerjakan proyek SKTT 150 kV di jalan Raya Uluwatu.

Dikatakan, beberapa progres memang sedang dikerjakan. Namun diakuinya kondisi lalulintas disana hampir setiap hari krodit. “Namun kita memaklumi, karena untuk membuat sesuatu agar lebih baik, tentu ada yang dikorbankan,” pungkasnya.

Diungkapkannya, proyek ini memang merupakan proyek nasional. Hanya saja pihaknya berharap supaya bekas-bekas galian yang ditimbulkan agar juga dibersihkan. “Kalau yang sudah selesai pengerjaannya, agar dibersihkan material bekas proyeknya. Ini yang belum dilakukan, sehingga muncul keluhan dari masyarakat,” akunya.

Baca juga:  Puluhan Karangan Bunga dan Para Tokoh Iringi Prosesi Pengabenan Ayahnda I Ketut Sudikerta

Selain itu, terkait dengan limbah pengeboran yang sampai masuk ke gorong-gorong, pihaknya meminta agar bisa dibersihkan kembali, bagaimanapun caranya. Karena menurutnya, endapan lumpur yang bila tidak dibersihkan, bisa memgakibatkan pendangkalan saluran drainase. “Dengan sedimentasi yang tinggi pada saluran drainase, tentu akan mengakibatkan banjir saat hujan,” ujarnya.

Terkait mulainya musim liburan, ditandai adanya bus-bus besar yang mengangkut wisatawan sudah mulai masuk ke Bali, terutama ke kuta selatan, tentu harus diatensi. Untuk mengatur lalu lintas di sana, diharapkan juga melibatkan pihak kepolisian. Menindaklanjuti masalah kemacetan maupun perbaikan bekas galian, pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan pihak pelaksana proyek, pascaselesainya proses rekapitulasi hasil Pemilu. “Untuk mengatur lalulintas, diharapkan agar juga melibatkna pihak kepolisian. Sementara untuk bekas galian maupun lumpur bekas pengeboran juga harus dibersihkan kembali,” pungkasnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.