
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus bergerak menangani pembersihan Pantai Bingin, Desa Pecatu, yang sempat dikeluhkan masyarakat karena puing-puing bangunan berserakan di sepanjang pesisir. Hingga kini, proses pembersihan masih berlangsung intensif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Anak Agung Rama Putra, mengungkapkan pihaknya telah menurunkan dua alat berat untuk mempercepat proses pembersihan. Menurutnya, pekerjaan tersebut memakan waktu sekitar satu bulan.
“Targetnya 30 hari pertama pembersihan di daratan pantai dan mitigasi pada tanggul pertama paling bawah agar tidak tergerus ke daratan pantai,” ujar Rama, Selasa (11/11).
Ia menambahkan, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala teknis, seperti pasang surut air laut, kondisi medan yang tidak rata, serta cuaca yang kerap hujan. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar penanganan tetap berjalan sesuai rencana.
“Sementara puing-puing yang kita bersihkan, kita ratakan sebagai akses. Dalam hal ini kami membersihkan puing di daratan pantai serta membersihkan puing pada tanggul paling bawah agar tidak lagi jatuh ke daratan pantai,” jelasnya.
Langkah ini, kata Rama, merupakan bagian dari upaya mitigasi dampak lingkungan akibat limbah bongkaran, terutama material yang sudah terbawa arus laut atau tertimbun pasir.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa juga menegaskan bahwa Pemkab Badung tidak tinggal diam menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi Pantai Bingin.
Ia mengatakan, laporan tersebut telah diterima melalui kanal Kontak Bupati dan langsung ditindaklanjuti. “Pemkab Badung kan sudah menyikapi, itu sudah masuk ke Kontak Bupati dan kita sudah turun alat beratnya,” ujarnya.
Adi Arnawa menambahkan, pihaknya kini tengah menghadapi tantangan musim penghujan. Karena itu, pemerintah daerah juga melakukan normalisasi sungai secara berkala untuk mencegah potensi banjir.
“Kita melakukan normalisasi sungai secara berkala, dan di Pantai Bingin juga memerlukan alat berat. Sehingga setelah normalisasi baru diturunkan alat beratnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dalam perubahan anggaran tahun ini, Pemkab Badung telah menyiapkan dana untuk penyusunan masterplan penataan Pantai Bingin. Dalam prosesnya, masyarakat sekitar akan dilibatkan agar konsep penataan bisa sesuai kebutuhan lokal.
“Bagaimana kita membuat, dan bagaimana penataan itu. Nanti akan kita tuangkan dalam bentuk DED. Tujuannya agar lebih indah, lebih cantik,” bebernya.
Pantai Bingin, kata Adi Arnawa merupakan salah satu destinasi unggulan Badung yang terkenal dengan ombaknya untuk surfing serta panorama alamnya yang eksotis. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan penataan menyeluruh agar kawasan tersebut semakin menarik bagi wisatawan. (Parwata/balipost)










