Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.(BP/par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Warga Desa Pecatu dan sejumlah wilayah di Badung Selatan hingga kini masih menghadapi krisis air bersih. Persoalan yang telah berlangsung lama ini belum juga sepenuhnya teratasi, meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sebelumnya menargetkan penyelesaiannya paling lambat akhir 2025.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bahkan sempat melontarkan ancaman tegas. Jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Badung terancam dicopot apabila gagal menuntaskan masalah air bersih di Badung Selatan, khususnya wilayah Pecatu.

Saat dikonfirmasi, Rabu (7/1), Bupati Adi Arnawa menegaskan, komitmen Pemkab Badung dalam menyelesaikan krisis air bersih yang dikeluhkan masyarakat.

Baca juga:  Ketua DPRD Karangasem Dukung Kebijakan Penghentian Ijin Toko Modern Berjejaring

Ia mengakui sebelumnya menargetkan persoalan ini rampung pada akhir 2025, namun dalam pelaksanaannya muncul sejumlah kendala teknis. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumda Air Minum Tirta Mangutama telah mengambil berbagai langkah strategis.

Upaya itu meliputi penambahan sumber air baku hingga pembangunan infrastruktur pendukung. Bahkan, pipa bawah laut yang menjadi bagian penting proyek distribusi air ke Badung Selatan disebut telah terpasang. “Ya, artinya saya sudah minta paling lambat (akhir tahun 2025), tapi kemarin ada (masalah) teknis sedikit,” ujar Adi Arnawa.

Salah satu kendala utama yang dihadapi PDAM Badung adalah persoalan kelistrikan. Menurut bupati, kebutuhan listrik untuk mendukung operasional proyek tersebut sebelumnya belum dianggarkan.

Baca juga:  Indonesia Serukan Kesetaraan Akses Air Bersih di Pulau

“Ternyata listrik belum dianggarkan. Sekarang sudah ada, kemarin di 2025 belum dianggarkan sekarang sudah dianggarkan,” katanya.

Dengan berbagai upaya yang kini berjalan, Adi Arnawa mengaku optimistis proyek penyediaan air bersih tersebut segera rampung. Ia pun memberikan tenggat waktu baru agar air bersih sudah bisa mengalir ke Badung Selatan, terutama wilayah Pecatu.

“Paling lambat, saya minta 20 Februari itu sudah mengalir. Astungkara ini kelihatannya sih saya punya keyakinan ini akan tercapai itu. Malah mungkin sebelum 20 (Februari),” tegasnya.

Baca juga:  Stok Babi Aman, 25.000 Ekor Disiapkan Untuk Galungan

Saat disinggung kembali soal ancaman pencopotan direksi PDAM jika target tersebut tidak tercapai, bupati tidak memberikan jawaban tegas. Namun, ia tetap membuka kemungkinan evaluasi menyeluruh. “Ya, nanti kita lihat. Kalau memang nggak bisa ya mohon maaf, ya kita ganti,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, menyatakan optimisme pihaknya mampu memenuhi target yang diberikan Bupati Badung untuk mengalirkan air ke wilayah Kuta Selatan, khususnya Pecatu, pada Desember 2025. Meski demikian, ia mengakui tidak semua masyarakat dapat langsung menikmati layanan air bersih PDAM karena dibutuhkan waktu untuk memenuhi seluruh permintaan warga.(Parwata/balipost)

BAGIKAN