
NEGARA, BALIPOST.com- Pascabanjir akibat meluapnya Tukad Pulukan yang dipicu hujan lebat di wilayah hulu, aktivitas warga di Tempek Alun-Alun, Banjar Pasar, Desa Pekutatan masih belum sepenuhnya pulih. Meski sebagian warga telah kembali menempati rumah masing-masing, kekhawatiran banjir susulan masih membayangi seiring cuaca ekstrem yang belum mereda. Selain pembersihan lumpur dan bantuan darurat, BPBD Jembrana juga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak banjir.
Kawasan permukiman di sisi barat Lapangan bawah ini merupakan salah satu titik rawan banjir. Karena selain dibawah juga berdekatan dengan alur sungai Pulukan. Setiap terjadi hujan deras di hulu sungai, khususnya wilayah Sepang, Busungbiu, Buleleng, debit Tukad Pulukan berpotensi meluap ke permukiman warga.
Kelihan Banjar Pasar, I Ketut Sutama, mengatakan, banjir yang terjadi Kamis (15/1) petang lalu datang secara tiba-tiba.
Menurutnya, hujan di wilayah Pekutatan saat itu hanya gerimis, namun di hulu sungai justru terjadi hujan lebat. Warga tidak menduga sama sekali air akan meluap. Saat banjir ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter dan warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah.
Hingga saat ini pemulihan masih terus dilakukan. Warga masih membersihkan lumpur dan memperbaiki rumah dan berharap cuaca kembali normal. Posko bantuan juga telah menyalurkan bantuan darurat sejumlah kebutuhan pokok kepada warga.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan dampak meluapnya sungai Pulukan, pada 15 Januari lalu tidak hanya merendam rumah warga, melainkan juga merusak bangunan di antaranya dua unit dapur, satu kamar mandi, dan satu tembok panyengker.
Selain penyaluran 46 paket sembako BPBD Jembrana juga menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak. Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur dan sumber air tercemar lumpur pascabanjir. Air bersih menjadi kebutuhan mendesak karena banyak sumur warga tidak bisa digunakan. “Penyaluran air bersih pasca banjir ini dilakukan secara bertahap sesuai prioritas,” kata Agus Artana. (Surya Dharma/balipost)










